Polisi Ciduk Empat Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian di Jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menangkap empat orang yang diduga melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Mereka diduga menyebarkan informasi hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial.

Mereka adalah Muhammad Faisal Arifin (35) warga Surabaya yang diduga berafiliasi dengan kelompok Muslim Cyber Army (MCA), Sufyan (37) warga Probolinggo, Minandar (40) warga Sumenep, dan Muhammad Ibrahim warga Malang.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengungkapkan, dalam kasus ujaran kebencian dan hoax ini, polisi menangkap 5 orang. Masing-masing, 3 orang ditangkap Polda Jatim, 1 ditangani Polres Malang, dan 1 orang ditangani Polresta Sidoarjo.

Untuk Polda Jatim sendiri, dari empat orang yang ditangkap, sementara baru satu orang yang ditahan dan dinyatakan sebagai tersangka, yakni atas nama Faisal.

“Mereka ini menyebarkan hoax secara sistematis dan memang kita ungkap di bulan Januari-Februari ada 4 orang,” ucap Arman di Mapolda Jatim, Jumat (2/3).

Yang bersangkutan, tambah Arman, menggunakan akun atas nama “Itonk”. Akun tersebut dipergunakan untuk menyebarkan hoax dengan unsur SARA. Penyebarannya memprovokasi melalui akun media sosial.

“Ini juga afiliasi dengan MCA Muslim Cyber Army. Di sini kita kenakan di dua undang-undang, yaitu UU Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 14 dan 16, kemudian UU ITE Nomor 19 Tahun 2016,” ujar Arman.

Sementara itu, tiga orang lainnya dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Tiga orang tersebut, yakni Muhammad Ibrahim, Sufyan, dan Minandar. Modusnya, rata-rata menyebar informasi hoax, yakni PKI akan menyerang ulama.

“Yaitu menyebarkan akun dan konten-konten yang memprovokasi, bahwasannya PKI telah datang dan menyerang para ulama. Setelah kami selidiki di lapangan, semuanya adalah berita hoax,” kata Arman.(bs/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polisi Ciduk Empat Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian di Jatim"