Polisi Aniaya Wartawan, Komnas Ham Harus Turun

Tidak ada komentar 4 views

Wayan Titib Sulaksana

SURABAYA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), wajib mengusut tindakan brutal polisi yang melakukan pemukulan terhadap 4 wartawan, saat meliput pembubaran pawai kaum Falun Dafa, di depan Balai Kota Surabaya, sabtu kemarin (07/05).

“Kasus penganiayaan tersebut, bukan hanya dikenakan pasal 351 KUHP, tetapi juga melanggar UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia,” kata I Wayan Titib Sulaksana, Pakar Hukum Universitas Airlangga (Unair), saat dihubungi suarakawan.com, Senin sore  (10/05).

Lanjut Wayan Titib, karena tindakan kekerasan yang dilakukan Aparatur Negara terhadap masyarakat sipil, sudah jelas melanggar HAM, yang dasar hukumnya sudah ada di Negara Indonesia.

“Seyogyanya Kapolda legowo, agar Komnas Ham turun guna melakukan investigasi dan mengusut tuntas, agar citra Polri kembali pulih,” tegasnya.

Kalaupun, lanjutnya, para pelaku yang terbukti diperiksa oleh Polda Jatim, pemeriksaan tersebut hanya bersifat internal saja.

Selain itu, pelanggaran yang dilakukan oleh polisi brutal tersebut, yakni melanggar UU 40/1999 tentang Pokok Pers, dimana peran Pers sebagai menyambung komunikasi dan fungsi kontrol bagi masyarakat, sangat dilindungi oleh Negara.

Atas pelanggaran semua itu, para polisi brutal yang memukuli 4 Wartawan ini, dan terbukti melakukan pemukulan, maka para tersangka akan diancam hukuman pidan penjara maksimal 5 tahun.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polisi Aniaya Wartawan, Komnas Ham Harus Turun"