Polisi Aniaya Wartawan Hanya Kena 7 Hari Di Tempat Khusus

suasana sidang disiplin

SURABAYA (suarakawan.com) – Sidang pelanggaran disiplin yang melibatkan  korban pemukulan, Lukman Abdul Rozak, Kontributor Trans 7 telah digelar.

Sidang yang berlangsung tertib tersebut, mendatangkan Briptu Bondan Tyo Permadi S.H bernomor anggota 86080927 sebagai terperiksa. sebelum pimpinan sidang mendengarkan keterangan terperiksa, pimpinan sidang memanggil dahulu saksi korban, Lukman Abdul Rozak.

Dalam keterangannya, Lukman menyatakan “Pada saat saya mengambil gambar dalam rangka liputan, kamera saya hendak ditutupi dan dirampas oleh pihak aparat. Merasa tugas jurnalitik saya diciderai, saya berontak dan akhirnya terjadi pemukulan yang dilakukan beberapa anggota aparat”.

Namun demikian, lanjut Lukman, dirinya  tidak melihat dengan wajah  anggota aparat yang memukulinya.

Setelah Lukman memberikan kesaksiannya  giliran terperiksa dimintai keterangan. Menurut terperiksa, dirinya tidak lihat muka wartawan tersebut.

“Yang jelas wartawan tersebut berusaha memukul dan menarik baju saya sampai lepas kancingnya. ya secara reflek saya mengayunkan tangan saya, walaupun tidak sampai mengenai wartawan tersebut”, kata Briptu Bondan.

Pimpinan sidangpun akhirnya memanggil saksi kedua, yaitu AKP Rasyad, Wakapolsek Genteng. Keterangan AKP Rasyad, menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya berada agak jauh dari tempat terjadinya pemukulan. Namun ia  melihat ada wartawan yang kebetulan juga dikenal sedang dalam keadaan ditengah tengah kericuhan.

“Kalau aksi pemukulan itu sendiri saya tidak mengetahuinya”, jelasnya.

Setelah mendengarkan penuturan para saksi dan terperiksa, pihak penuntut menuntut terperiksa dengan pasal 4 huruf F dan pasal 5 huruf A tindakan indisipliner dengan hukuman penempatan di tempat khusus selama 14 hari dan tunda pendidikan selama 1 tahun.

sidangpun akhirnya di skor selama 5 menit untuk pimpinan sidang dan anggota memberikan putusan. Setelah itu pimpinan sidang melanjutkan sidang dan memberikan putusan hukuman kepada terperiksa berupa penempatan di tempat khusus selama 7 hari dan tunda pendidikan selama 6 bulan.

“Hukuman tersebut sudah sesuai untuk pelanggaran disiplin yang dilakukan terperiksa, sedangkan untuk hukuman pidananya pihak Polda yang menentukan” kata AKBP M.IQBAL selaku pimpinan sidang. (Bs/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *