Polda:Polisi Pukul Wartawan Bukan Pidana

Tidak ada komentar 9 views

Lukman Rozag, Reporter Trans TV Yang di aniaya Polisi Saat Meliput Aksi Falun Dafa

SURABAYA (suarakawan.com)-Kepolisian Daerah (Polda)  Jawa Timur, telah melakukan pemeriksaan dan menetapkan beberapa anggota yang terlibat dalam pemukulan wartawan saat meliput aksi Falun Dafa beberapa waktu silam.

Tetapi, dari penetapan tersangka ini, sanksi yang diberikan hanya tindakan indispiner dan pelanggaran kode etik Polri. Dan untuk proses pidana tidak dimasukkan dalam pemeriksaan.

“Kita sementara hanya menindak pelanggaran peraturan internal Polri, namun untuk proses pidana pihak propam sedang memformulasikan dan menganalisa pasal apa yang akan dikenakan,” kata Kombespol Rahmad Mulyana, Kabid Humas Polda Jatim, saat dihubungi suarakawan.com, Rabu siang (18/05).

Rahmad menambahkan, wartawan yang menjadi korban pemukulan, yakni Lukman Rojak- Trans 7, Septa Rudianto- Elshinta, telah melaporkan dugaan penganiayaan di Polrestabes Surabaya untuk proses pidana.

“Berdasarkan laporan tersebut kami akan memproses pidana,”  imbuhnya.

Diketahui, Propam Polda Jatim telah menetapkan tersangka terhadap Kompol Subagio, Wakasat Intel Polrestabes Surabaya dan Bripda M sebagai terperiksa. (Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polda:Polisi Pukul Wartawan Bukan Pidana"