Polda Terjunkan Tim Lima Spesialisasi Anti Korupsi

gedung dprd Surabaya

SURABAYA (suarakawan)-Pernyataan Polda Jatim akan memback up penuh proses pengusutan dugaan penyelewengan dana Bimtek DPRD Surabaya telah terbukti.Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Racmat Mulyana,tim khusus yang betugas membantu proses pengusutan dugaan dana Bimtek yang di tangani Polrestabes Surabaya siap bekerja.

Tim khusus ini telah terbentuk dengan beranggotakan lima orang pilihan dari Subdit III Korupsi Ditreskrimsus Polda Jatim dengan di pimpin Kanit IV Subdit III Korupsi Kompol Sumintho.

“Sudah terbentuk dan siap bekerja membantu penyidik Polrestabes Surabaya,”ujar Kombes Pol Rachmat Mulyana, Rabu,(15/06) di Mapolda Jatim.
Alumni Akpol ’88 ini menambahkan meskipun polda telah menerjunkan tim khusus namun ujung tombak penyidikan kasus itu tetap ada di polrestabes.

“Tim khusus itu akan turun tangan, terutama bila polrestabes mengalami kesulitan baik secara teknis maupun birokrasi,misalkan, polrestabes kesulitan dengan birokrasi yang ada di BPKP,tim khusus polda bisa membantu. Sebab, sudah ada MoU antara Polda Jatim dengan BPKP,”tambah Rachmat.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Suroto menyatakan bahwa polda sebagai fungsi pembina tetap memiliki hak dan kewajiban untuk memberikan petunjuk teknis dalam penyidikan. Apalagi selalu ada pengawasan penyidikan (wasdik) terhadap jajaran yang ada dibawah polda.

“Prinsipnya agar penyidikan berjalan efektif dan efisien,”ujar Suroto.

Terkait polemik perlu atau tidaknya audit BPKP untuk membuktikan adanya kerugian negara, menurut Kabid Humas Kombes Pol Rachmat Mulyana bahwa saat ini kasus korupsi telah menjadi delik materiil, bukan lagi delik formil.

Artinya, sebelum polisi melakukan penyidikan, harus ada bukti materiil berupa kerugian negara yang diaudit BPKP.

”Itu hasil judicial review yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap penanganan kasus korupsi, Sehingga sebelum bertindak lebih jauh, polisi sudah mengantongi bukti adanya kerugian negara yang diaudit BPKP,”kata Rachmat.(wis/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *