Polda Mediasi Konflik Kelud

Tidak ada komentar 12 views

Gunung Kelud (dok)

SURABAYA (suarakawan.com) – Persengketaan batas wilayah Puncak Gunung Kelud antara dua daerah yang tak kunjung selesai, membuat Polda Jatim turun tangan dan meminta pihak-pihak terkait dapat menahan diri untuk tidak memperkeruh suasana.

Polda Jatim memediatori dengan mempertemukan  pihak yang bersengketa yakni Pemkab Kediri dan Pemkab Blitar serta pihak lainnya seperti perwakilan dari Polres Kediri, Polres Blitar, Asisten I Pemprov Jatim serta LSM asal Kediri, untuk duduk bersama guna musyawarah mufakat membahas keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada pertemuan kedua belah pihak. Pertemuan antara pihak-pihak terkait, untuk menindaklanjuti surat yang dilayangkan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Kediri ke Kapolda Jatim beberapa waktu lalu.

“Kita hanya memediatori dan meminta agar pihak-pihak terkait dapat menahan diri dan tidak memperkeruh suasana kamtibmas di kedua wilayah tersebut,” ujar Kombes Pol Pudji Astuti di Mapolda Jatim, (Rabu,8/6/).

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, wewenang polisi hanya meminta menjaga kamtibmas agar tetap kondusif tidak terjadi gejolak-gejolak di masyarakat. Sedangkan penyelesaian sengketa batas wilayah adalah wewenang Pemprov Jatim.

“Masalah batas wilayah menjadi wewenang gubernur. Sambil menunggu
keputusan gubernur, kami berharap situasi kamtibmas tetap aman dan
kondusif,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam setengah di ruang
Ditbinmas, semua pihak hadir, hanya perwakilan dari Pemkab Blitar yang
tidak hadir.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sengketa batas wilayah Gunung Kelud antara Pemda Blitar dan Kediri yang terjadi akhir-akhir ini tak kunjung usai, sehingga banyak mengundang keprihatinan masyarakat baik dari Blitar maupun Kediri yang merasa prihatin  mencuatnya persengketaan batas wilayah Puncak Kelud.(wis)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polda Mediasi Konflik Kelud"