Polda Jatim:Jika Bukti Kuat, Polisi Akan Geledah DPRD Surabaya

kabid humas Polda Jatim Kombespol Rahmad Mulyana

SURABAYA (suarakawan.com)-Polisi rupanya sangat bersikap hati-hati menanggapi berbagai polemik yang terjadi di DPRD Surabaya terkait dugaan kasus korupsi dana Bimtek oleh Wisnu Wardhana, ketua DPRD Surabaya.

Termasuk menanggapi penolakan Wisnu wardhana jika Polisi hendak menggeledah gedung dprd dan ruangan ketua DPRD dengan alasan bisa menciderai demokrasi yang telah dibangun selama ini.

“Yang pasti Polisi akan bertindak sesuai dengan prosedur hukum. Jika memang ada bukti yang kuat akan adanya tindak pidana korupsi dan kerugian negara, maka Polisi akan bertindak,”kelit Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Rahmad Mulyana seolah enggan menanggapi penolakan Wisnu.

Bahkan Rahmad kembali menegaskan bahwa meski Polda sudah menerjunkan tim khusus yang beranggotakan lima orang untuk membantu pihak polrestabes untuk menangani kasus bimtek dprd ini, pihaknya tetap menunggu hasil audit BPKP soal kerugian negara.

“Jadi kami berpegang pada fakta hukum. Polisi tak mau berandai-andai dalam kasus ini. Kalau memang ada bukti awal yang kuat dan kami harus menggeladah DPRD Surabaya ya kami lakukan. Tapi kalau memang tak ada yang tak akan kami geledah,” pungkasnya. (wis/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *