Polda Jatim Temukan Kejanggalan Dalam Percetakan Soal Unas

SURABAYA-Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menemukan banyak kejanggalan yang tidak sesuai dengan Standart Operating Prosedur (SOP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Nomer: 0002/P/BSNP/II/2011 tanggal 22 Pebruari 2011 dan Nomer: 0003/P/BSNP/II/2011 tanggal 22 Pebruari 2011 tentang proses percetakan soal Unas 2011.

Hal tersebut diungkapkan oleh AKBP Ria Damayanti, staf  Bina Mitra Polda Jatim yang turut dalam tim BNSP meninjau lokasi percetakan soal Unas di PT Mecosuprin Grafia Jakarta pada tanggal 27 Maret silam.

“Pada tanggal 27 Maret 2011, tim dari Polda bersama tim dari BSNP yang dikomandoi langsung Drs Zaenal Arifin MA (Panitia Pelasana Ujian Nasional Jawa Timur), melakukan peninjauan ke PT Mecosuprin Grafia, Jakarta,” kata AKBP Ria Damayanti, di kantornya, Selasa pagi (10/05).

Saat, lanjutnya, kita meninjau lokasi percetakan PT Mecosuprin Grafia, ada beberapa kejanggalan dan kita menilai tidak sesuai SOP dari BNSP.

Beberapa kejanggalan tersebut, lanjut Ria adalah sistem keamanan tidak sesuai dengan SOP yang telah ditepakan yang mana para petugas keamanan baik dari Polda Metro Jaya maupun satpam perusahaan tidak teliti dalam melaksanakan penggeledahan badan terhadap karyawan maupun tamu yang keluar masuk lokasi percetakan.

“Yang paling berat adalah ruangan percetakan yang cukup terbuka sehingga tidak steril dari kemungkinan soal keluar dari ruangan. Ini yang menjadi catatan kami,” imbuhnya.

Dengan kondisi yang demikian, apakah ada kemungkinan soal bocor ? “Kita positif saja, karena kita berkoordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya, tentang pengamanan proses cetak tersebut,” kelitnya tanpa menjawab secara tegas tentang kemungkinan adanya kebocoran soal.

Untuk diketahui, PT Mecosuprin Grafia bertempat di Jl.PAM Kampung Baru RT 001 /07. Cakung Barat / Jalan Minipam samping Pam Jaya Cakung Jakarta Timur.

PT Mecosuprin berlokasi di sekitar perkampungan warga dan terminal peti kemas yang tidak sesuai dengan SOP  BSNP. Nilai soal Unas yang dicetak juga lumayan tinggi. Mencapai harga Rp 14.768.472.044,70 yang berasal dari APBN alias dari uang rakyat.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polda Jatim Temukan Kejanggalan Dalam Percetakan Soal Unas"