Polda Bantah Tangkap “Teroris” Mojokerto

Tidak ada komentar 19 views

Humas Polda Jatim Kombes Pol Rahmad Mulyana

SURABAYA  (suarakawan.com)-Terkait dengan insiden“jemput paksa” Fran, warga dusun Nggelang Kulon Mojosari,Mojokerto oleh beberapa orang bertubuh tegap dengan dalih terlibat jaringan terorisme di bantah oleh pihak Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rahmad Mulyana menegaskan bahwa pihak Densus 88 Anti Teror tidak ada pergerakan operasional di kawasan Mojokerto.

Mantan Wakapolwil Malang ini menambahkan bahwa beberapa pria yang melakukan penjemputan dengan paksa di rumah Frans di duga adalah debt kolektor yang di beri kuasa oleh rekan bisnis Fran untuk menyelesaikan masalah bisnis yang belum terselesaikan.

“Tidak benar kalau ada penangkapan teroris, berdasarkan laporan sementara,dimungkinkan orang yang mendatangi rumah Fran kemudian membawanya adalah debt colektor terkait dengan masalah Rent Car mobil jenis Avanza,”ujar Kombes Pol Rahmad Mulyana saat di konfirmasi melalui selulernya, Minggu (12/06).

Sementara itu kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo juga membenarkan bahwa terkait dengan kasus Fran tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme namun murni masalah sengketa mobil dengan pihak Rent Car.

“Ini masih dalam penyidikan dan pengembangan anggota,” ujar AKBP Prasetijo Utomo.(wis/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polda Bantah Tangkap “Teroris” Mojokerto"