Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PLN Ungkap Strategi Agar Tarif Listrik Tak Naik Tahun Ini

02 Aug 2017 // 18:59 // EKONOMI, HEADLINE

listrik

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri ESDM, Ignasius Jonan menekankan pemerintahan Jokowi-JK akan berusaha agar tarif listrik tidak naik. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat memiliki listrik dengan tarif yang terjangkau.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan ada beberapa langkah yang dilakukan PLN untuk mendukung kebijakan pemerintah. Salah satunya melakukan efisiensi sehingga harga produksi menjadi lebih rendah dan tarif listrik tetap terjaga dan terjangkau.

“Melakukan efisiensi ke dalam. Seperti apa? Yang pertama adalah tentunya secara umum mengurangi potensi-potensi biaya yang muncul,” ungkapnya di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/8).

Selain itu, PLN juga berupa untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik dengan sumber energi yang lebih murah dengan cara mendorong aktifnya PLTU dan PLTA, dan PLTG.

“Katakanlah misalnya, jangan terlalu banyak menggunakan diesel-diesel. Yang ada di Jawa misalnya, cukup digunakan PLTU atau PLTA, karena solar kan lebih mahal. Solar itu cukup untuk melistriki daerah-daerah terdepan dan terpencil,” jelas Made.

“Kita bisa melakukan, kedepannya nanti, adalah mengganti daerah-daerah yang ada PLTD dengan gas. Artinya ada proses konversi,” tambahnya.

Dia pun mengatakan pembangunan jaringan transmisi yang sedang dilakukan, misalnya di Sumatera juga dapat menjadi solusi untuk penurunan kebutuhan bahan bakar sehingg menjadi lebih efisien, yang tentunya berdampak pada stabilnya tarif listrik yang dibebankan ke masyarakat.

“Sekarang kan ada pembangunan jaringan transmisi di Sumatera. Ada 19.000 KMS di Sumatera. Nah ini nanti akan melewati daerah-daerah yang sebelumnya secara lokal dilistriki melalui PLTD yang dulu dibangun,” ujarnya.

“Nah begitu dengan adanya listrik dari transmisi itu PLTD itu dimatiin aja. Sehingga kita menggunakan itu saja (listrik dari jaringan transmisi). Jadi daerah yang dilewati itu cukup membangun gardu induk, terus membagi jaringan transmisi (tidak perlu ada PLTD),” pungkasnya. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini