Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PKS Kembali Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

15 May 2017 // 19:10 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

hqdefault

SURABAYA (suarakawan.com) – Tradisi membaca kitab kuning harus terus dihidupkan. Berbagai manfaat dapat dihasilkan dari membaca kitab kuning.
Untuk itu, FPKS sejak 2016 telah berinisiatif untuk mengadakan lomba baca kitab kuning kembali. Saat itu pesertanya mencapai sekitar 1.300 orang untuk tingkat nasional. Sedangkan untuk Jatim pesertanya mencapai 119 orang.

Pada tahun 2017 ini FPKS Jatim kembali menggelar kegiatan serupa, dengan kitab yang dilombakan Fatkhul Mu’in. Juara tingkat Jatim akan dikirim untuk lomba di tingkat nasional.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Yusuf Rohana mengatakan kitab kuning penting untuk dipelajari karena merupakan salah satu sumber rujukan dalam memahami Islam secara mendalam di setiap pondok pesantren. “Jadi kemampuan membaca kitab kuning menjadi sangat esensial bagi setiap santri,” kata Yusuf Rohana, Senin (15/5).

Diungkapkan, selain melestarikan budaya membaca kitab kuning, untuk PKS sendiri diharapkan lomba tersebut bertujuan untuk mengokohkan jati diri PKS sebagai partai dakwah yang memiliki kepedulian terhadap pesantren dan pendidikan Islam
Dalam kultur pesantren, kitab adalah rujukan yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar pada setiap tingkatannya. Kitab-kitab di pesantren kerap disebut kitab kuning, karena umumnya dicetak dengan menggunakan kertas berwarna kuning.

Kitab kuning yang berbahasa Arab juga dikenal dengan istilah kitab gundul, artinya tulisan bahasa Arab tersebut tak memiliki tanda bacaan (harakat). Itulah mengapa ilmu gramatika bahasa Arab, yakni nahwu dan sharaf, menempati posisi kunci di pesantren.

Kitab kuning penting untuk dipelajari karena merupakan salah satu sumber ilmu dan rujukan dalam memahami Islam secara mendalam. Khazanah intelektual pemikir-pemikir Islam banyak tertuang dalam kitab-kitab-kitab kuning. “Setiap muslim yang ingin mendalami ilmu agama Islam secara benar, perlu memiliki kemampuan membaca kitab kuning,” tegas Yusuf Rohana.

Perlu diketahui, babak penyisihan lomba digelar mulai 1 Juni hingga 18 Juni 2017 di masing-masing DPD di 38 kota/kabupaten. Selanjutnya babap final tanggal 16 Juli akan diselenggarakan di kantor DPW PKS Jatim Jl Gayungsari Barat X/33. (Aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini