Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

PKS Anggap Muskil Calon Tunggal di Pilgub Jatim

15 Jun 2017 // 22:54 // HEADLINE, PILKADA

pilkada

SURABAYA (suarakawan.com) – DPW PKS Jatim menilai wacana calon tunggal dalam Pilgub mendatang tidak mungkin direalisasikan. Musyawarah mufakat dalam mengusung calon dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang adalah muskil.

“Kalau musyawarah mufakat, itu siapa yang mewakili untuk bermusyawarah untuk mendapat kata mufakat. Jadi harus ada calon lain yang muncul,” kata Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan, Kamis (15/6)

Terkait dinamika pilgub hingga saat ini, ia menilai semuanya masih dinamis. Belum ada satu pun tokoh yang dipastikan maju sebagai calon. Hal ini karena wacana dukungan tersebut masih disampaikan secara lisan.

“Sampai sekarang belum ada satu pun DPP yang menurunkan rekomendasi resmi untuk mendukung salah satu calon. Bahkan PKB sekalipun, itu belum ada rekom DPP untuk Gus Ipul (Saifullah Yusuf),” tegas Arif.

Meskipun demikian, pihaknya menilai kinerja Gus Ipul selama mendampingi Gubernur Soekarwo, cukup baik. “Memang posisinya sebagai wakil gubernur memang tidak seperti gubernur sebagai pengambil kebijakan. Namun kami menilai kinerjanya sebagai wagub selama ini cukup bagus,” jawab dia.

Tapi ketika ditanya apakah akan mendukung Gus Ipul dalam pilgub kali ini, Arif belum bisa menegaskan. Pasalnya PKS masih membicarakan hal-hal terkait pilgub di internal partainya. Ia tidak bisa membuka nama-nama yang sedang digodok.

“Kami tidak bisa membuka nama-nama tersebut. Itu juga hak kami untuk tidak mempublikasikannya,” ucap Arif.

Hal ini dilakukan tidak lain karena dinamika politik sangat cepat berubah. Sehingga pihaknya tidak terlalu terburu-buru mengambil keputusan.(aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini