PKL Frontage Wadul DPRD Surabaya

suasana hearing

SURABAYA (suarakawan.com) – Merasa sering ditertibkan secara paksa dan sembarangan saat mencari nafkah di wilayah Frontage oleh pihak satpol PP Kota Surabaya, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) wadul ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Dalam Pertemuan di dewan Surabaya yang di temui oleh Komisi B DPRD Surabaya, Ketua APKLI Surabaya Decky A Sugeng saat hearing meminta agar tak ada pembatasan jam, namun PKL siap menjaga ketertiban wilayahnya.

“Selama ini Satpol PP terus berjaga di lokasi sampai pukul 24.00. Kami minta, pemkot juga menyediakan lahan khusus seperti sentra PKL untuk kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan alasan penertiban karena keberadaan PKL dianggap memacetkan lalu lintas. Sementara Frontage Road tersebut masih belum difungsikan, karena itu PKL memilih memanfaatkan kawasan itu.

Rusli Yusuf anggota Komisi B DPRD Surabaya meminta agar ada hearing lanjutan untuk menghadirkan pihak pemesan penertiban, dalam hal ini adalah manajemen RSAL. Pasalnya PKL lain yang ada di kawasan sama, tak ditertibkan. Dan pihaknya meminta agar pemerintah segera menyediakan lahan khusus untuk PKL di kawasan itu. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *