Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilkada Jatim, Kader Gerindra di Madura Lebih Mendukung Saifullah Yusuf

07 Jul 2017 // 14:25 // PILKADA

IMG-20170707-WA0003

SURABAYA (suarakawan.com) – Kader Partai Gerindra di Madura meminta partai pimpinan Prabowo Subianto untuk menghormati keinginan para kiai khos yang sudah sepakat mendukung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Calon Gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018 mendatang.

“Mereka menentang pencalonan Khofifah. Mereka justru meminta untuk mendukung Gus Ipul yang sudah didukung kiai khos,” kata Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Syaifudin Asmoro kepada wartawan di Surabaya, Jum’at (7/7).

Menurutnya, konstituennya di Madura mempertanyakan keputusan DPD Gerindra Jatim yang menyebut sudah mengirimkan nama Khofifah dan Supriyatno sebagai cagub dan cawagub ke DPP. Mereka menanyakan sikap partainya itu langsung kepada dirinya.

“Saya banyak ditanya oleh masyarakat, kok Gerindra dukung Khofifah. Padahal para kiai mendukung Gus Ipul. Para kiai Madura, tokoh masyarakat, para Blater blater semua meminta saya menyampaikan kepada Gerindra bahwa mereka lebih condong pada Gus Ipul. Sebab, sudah sesuai dengan keputusan para Kyai,” ungkapnya.

Pernyataannya ini, lanjutnya, berangkat atas dukungan mereka semua. Maka, sudah menjadi tugasnya untuk menyampaikan keinginan para konstituennya tersebut ke DPD maupun DPP.

Hal lain yang membuat mereka menolak Khofifah, yakni selama ini Gus Ipul dikenal sangat perhatian pada warga NU. Perhatian itu ditujukan para Guru Madin, juga sekolah sekolah yang berbasis NU di Madura.

“Mereka merasa Gus Ipul sangat besar perhatiannya pada warga NU, apalagi beliau adalah wakil ketua PBNU. Selain itu, mereka juga melihat Gus Ipul sukses mendampingi Pakde Karwo selama 10 tahun tanpa ada masalah,” tambah Wakil ketua DPD Partai Gerindra Jatim ini.

Alasan lainnya, tambah anggota Komisi D DPRD Jatim ini, karena dalam rapat pimpinan daerah partai Gerindra Jatim belum ada keputusan apapun terkait calon Gubernur. Namun, anehnya sempat muncul di salah satu media jika Gerindra mengusung Khofifah dan Supriyatno.

“Pak Pri (Supriyatno) saat ditanya soal cagub, bilang belum ada. Itu nanti. Begitu katanya. Kok ini tiba tiba bilang sudah dikirim. Kan harusnya dibahas dulu di tingkat pengurus DPD,” tegasnya.

Syaifudin mengaku tidak takut diberi sanksi oleh partainya atas pernyataannya tersebut. Dia berdalih apa yang dilakukannya adalah murni ingin membesarkan Gerindra di Madura. Karena dia bisa jadi wakil rakyat atas dukungan konstituen tersebut.

“Ini kan permintaan konstituen dan para tokoh Madura yang mendukung saya. Jadi, saya harus sampaikan walau mungkin itu beda dengan partai. Saya rasa Gerindra tidak harus beda calon lah meski partai lain sudah menyebut nama. Walau mungkin surat para kiai tidak ditujukan ke Kiai, kan tidak ada salahnya kita yang jemput bola, menanyakan apa maunya para kiai,” paparnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini