Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilkada Jatim 2018, Surya Paloh Akan Konsultasi ke Pakde Karwo

14 Aug 2016 // 20:45 // HEADLINE, PILGUB JATIM

20160814_150400

SURABAYA (suarakawan.com) – Partai Nasional Demokrat (NasDem) memandang perlu untuk konsultasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) terhadap figur yang akan dicalonkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018 mendatang.

“Tentunya, kami akan konsultasikan dulu kepada Pakde Karwo untuk mendukung siapa calon yang terbaik,” katanya kepada wartawan usai melantik Ketua DPW Partai NasDem Jatim di JX Internasional, Surabaya, Minggu (14/8).

Surya Paloh memiliki pertimbangan sendiri kenapa harus mengkonsultasikan lebih dulu kepada Pakde Karwo dalam memilih calon. Salah satunya adalah kesamaan batin. Sebab, Pakde Karwo yang lebih tahu dengan kondisi daerahnya.

“Sudah pasti yang tahu dengan kondisi daerah itu gubernurnya. Jatim yang tenang dan mantab harus dipertahankan, sehingga butuh calon gubernur yang tahu persis dengan kondisinya,” ujarnya.

Meski demikian, Surya Paloh mengaku saat ini masih belum berpikir untuk memberikan dukungan ke calon tertentu pada Pilkada Jatim2018. Ini karena Pilkada Jatim masih kurang dua tahun lagi. “Kalau bicara pilgub sekarang terlalu dini,” cetusnya.

Seperti diketahui, NasDem memiliki kader internal potensial yang layak didukung, yakni Ketua DPP Partai NasDem Bidang Keagamaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo dua periode).

Selain itu, ada juga nama Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua DPW Partai NasDem Jatim Rendra Kresna. Belakangan, Rendra menolak maju dan berkosentrasi membesarkan NasDem di Jatim.

Dari sejumlah nama tersebut, hanya ada dua calon gubernur yang hadir. Yakni, Hasan Aminuddin dan Gus Ipul. Sedangkan, Khofifah Indar Parawansa tidak hadir dan diwakilkan anak keduanya Jalaluddin Managgalli Parawansa.

Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (Pak Halim) yang juga Ketua DPRD Jatim tidak mendatangi undangan. “Calonnya nanti bisa dari intern dan luar partai. Itu kan masih lama, tahun 2018,” ucapnya.

Sejauh ini, Surya Paloh mengaku belum ada pembicaraan untuk pilgub Jatim 2018. Pasalnya, Pilkada yang terdekat adalah Pilkada DKI Jakarta 2017, dimana partainya mendukung Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kenapa bukan Risma, tanyakan ke Risma, mau tidak dia mencalonkan. Sampai sekarang kan Risma belum memutuskan untuk maju. Jadi, pilihan NasDem jatuh ke Ahok,” ungkapnya.

Pihaknya prihatin dengan kondisi partai politik (parpol) sekarang. Hingga sekarang, masih ada parpol yang mengedepankan mahar kepada calon gubernur yang ingin mendapatkan dukungan di Pilkada, baik bupati, walikota dan gubernur.

“Bayar berapa dulu kepada calon untuk maju pilkada. NasDem mengedepankan politik tanpa mahar. Semoga Dik Karwo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim sepakat dengan pemikiran NasDem. Sudah waktunya politik pakai mahar ini distop,” katanya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini