Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilkada Jatim 2018, Kiai Kampung Datangi Hadi Prasetyo untuk Berikan Dukungan Moril

30 Jun 2016 // 22:46 // HEADLINE, PILGUB JATIM



SURABAYA (suarakawan.com) – Dukungan kiai kampung kepada Asisten II Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018, bukan mengada-ada. Buktinya, sejumlah kiai kampung yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kiai Muda Madura Pendukung Hadi Prasetyo (FKK2MPHP) menyambangi kantor asisten II Sekdaprov Jatim, Kamis (30/6).

Para kiai kampung itu diterima langsung oleh Hadi Prasetyo. Dalam pertemuan yang berlangsung selama setengah jam itu, para kiai kampung menyatakan dukungannya agar maju dalam Pilkada 2018.

”Tujuan kami kan dalam rangka menyamakan visi dan misi perjuangan kedepan serta untuk saling bersinergi,” kata ketua FKK2MPHP, KH Asmui Lutfie kepada wartawan usai pertemuan.

Menanggapi dukungan tersebut, Hadi Prasetyo memberikan apresiasi penuh. Dia tak menyangka ternyata masih ada kiai kampung yang menginginkan dirinya running Pilkada Jatim 2018. ”Saya menganggap dukungan itu sebuah amanah,” ucapnya.

Hadi Prast-panggilan akrabnya mengaku kedekatan dengan mereka dimulai saat dirinya memberikan bantuan sapi kepada pesantren dan beberapa desa yang ada di Bondowoso. Saat itu, dia memberikan pengarahan bagaimana mengembangkan kelompok sapi di pesantren.

”Saya kenal dengan kyai Asmui (KH Asmui Lutfie) karena pernah membantu pengembangan kelompok sapi di pesantren. Kampungnya memproklamirkan diri sebagai kampung sapi di bondowoso. Empat tahun dan lima tahun lalu saya memberikan pengarahan,” ungkapnya.

Dari perkenalan itu, lanjutnya, beberapa bulan lalu beberapa kiai kampung yang tergabung Forum Komunikasi Kiai Muda Madura Pendukung Hadi Prasetyo (FKK2MPHP) menghubunginya dan menyatakan dukungan lewat surat.

”Mereka kemudian menelpon dan meminta waktu untuk berdiskusi. Kebetulan hari ini saya ada waktu dan saya agendakan untuk menemui mereka,” tuturnya.

Dia mengakui pemberdayaan pesantren sangatlah penting agar bisa mandiri. Selain agama, para santri juga perlu dibekali ketrampilan dan ditanamkan jiwa enterpreneursip. Agar ketika lulus mereka bisa menjalankan wirausaha secara mandiri.

”Selain belajar agama, mereka juga perlu dibekali pengetahuan umum serta ketrampilan. Dengan kemampuan enterpreneursip mereka bisa menjalani ekonomi yang lebih baik,” katanya. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini