Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilih Capres, Ponpes PETA Gelar “Dzikir Untuk Bangsa” Di Jakarta

02 Jun 2014 // 19:28 // PILEG, POLITIK & PEMERINTAHAN

jamaah PETASURABAYA (suarakawan.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Pesulukan Tarekat Agung (PETA) akan menggelar kegiatan “Dzikir untuk Bangsa” di Jakarta, 15 Juni mendatang untuk menentukan pilihan pasangan Capres-Cawapres dalam Pemilu Presiden 9 juli 2014.

Pada acara tersebut, Ponpes PETA akan menghadirkan dua pasangan kandidat Joko Widodo (Jokowi-JK) dan Prabowo -Subianto-Hatta Rajasa. Selain itu, juga akan mengundang tokoh-tokoh nasional dan pemerintah. Termasuk presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Soal siapa pemimpin masa depan yang mampu menyambung mata rantai kebangsaan yang diwarnai tarekat, kita akan lihat di acara puncak yang digelar di Jakarta nanti,” kata pengurus Pondok PETA Tulungagung, Ustaz Muhammad Munib Huda kepada wartawan di Surabaya (MAS), Senin (2/6).

Dijelaskan, tarekat harus satu komando di Pilpres nanti. Dengan mengundang dua pasangan Capres dan Cawapres, maka pihaknya bisa melihat visi dan misinya. Cara ini diyakini akan dapat menghindari perpecahan diantara jamaah tarekat.

“Kita tidak akan terpecah belah, kalau sudah satu komando. Karena semuanya akan kita lihat melalui jalan tarekat. Soal pilihan, nanti akan mengerucut pada satu pasangan. Siapa calon yang nyambung, kita akan dukung dan berdo’a untuk Pilpres damai, stabilitas nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Sejauh ini, Ponpes Tarekat Syadziliyah yang memiliki 1000 jamah di Tanah Air ini masih bersikap netral. Sebab, Ponpes Tarekat Syadziliyah bukan lembaga politik, sehingga tidak akan terlibat dalam politik praktis.

“Kita ingin mendorong Pilpres damai, dan stabilitas nasional tetap terjaga. Kita punya cara sendiri memilih siapa pasangan yang pantas memimpin. Kita tidak boleh terlibat dukung mendukung,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Pondok PETA didirikan oleh murid tarekat syadziliyah, almarhum KH Mustakim Abdul Jalil, yang merupakan guru dari Pemimpin Pembela Tanah Air (PETA), Supriyadi di masa pendudukan Jepang. Dan, untuk mengenang perjuangan muridnya itu, kiai Mustakim, membangun Ponpes khusus tarekat syadziliyah di Tulungagung dengan nama PETA.

“Hanya saja, kepanjangannya yang dirubah, bukan lagi Pembela Tanah Air, tapi Pasulukan Tarekat Agung. Jadi kita tetap menjaga dan mengenang nama PETA sebagai salah satu kisah heroisme perlawanan bangsa Idonesia terhadap segala macam bentuk penjajahan,” ungkapnya. (Bng)

Keterangan foto: Pengurus Ponpes PETA Tulungagung, Ustaz Muhammad Munib Huda (kanan). (Bng)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini