Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim, Surya Paloh Disebut Lebih Dukung Khofifah

15 Jul 2017 // 19:59 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170715-WA0000

SURABAYA (suarakawan.com)- Meskipun belum secara resmi menyatakan dukungan terhadap salah satu bakal calon gubernur (bacagub), Partai Nasdem lebih memilih atau condong mendukung Khofifah untuk maju Cagub Jatim 2018 mendatang. Bahkan DPP juga mendukung langkah Nasdem Jatim memilih Khofifah.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Nasdem Jatim, Muzammil Syafi’i, menyebut bahwa Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, lebih condong kepada bakal calon gubernur yang saat ini masih menjabat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Penilaian terhadap mendukung Khofifah sedikit di atas Bacagub Jatim yang lain, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Untuk saat ini, ada dua bacagub yang direkomendasikan oleh DPP untuk kami dukung. Mereka ada Gus Ipul dan Ibu Khofifah. Namun, Pak Surya sepertinya lebih condong kepada Ibu Khofifah,” terang Muzammil ditemui usai Halal Bi Halal se DPD Nasdem Se Jatim di Empire Palace, Sabtu (15/7)

Menurut Muzammil, ada beberapa pertimbangan yang diberikan oleh ketua umum terkait pemberian dukungan tersebut. Pertama, Khofifah dianggap dapat meneruskan beberapa program Gubernur Jatim saat ini, Soekarwo.

Sebelumnya, Muzammil menjelaskan, bahwa Nasdem sepakat dengan program Pakde Karwo dalam mengembangkan masyarakat yang berbasis peningkatan ekonomi. Program yang juga dikenal dengan istilah Soekarwonomic.

“Kami bersama Pak Surya pernah satu seminar dengan Pakde membahas peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami setuju dengan konsep membangun yang dipaparkan oleh Pakde. Sehingga, kami menilai program tersebut perlu untuk dilanjutkan,” jelas anggota komisi A DPRD Jatim ini.

Khofifah, menurut Muzammil mampu melakukan hal tersebut. Kepemimpinan Khofifah di kementerian sosial RI, menurut Muzammil, mencerminkan figur yang visioner dan inovatif. “Beliau bisa membuat program yang terintegrasi satu dengan yang lain,” lanjut pria yang juga menjabat ketua fraksi di DPRD Jatim ini.

Selain itu, Khofifah juga memiliki elektabilitas yang berada di jajaran atas beberapa hasil survei belakangan ini. Berada tipis di bawah Gus Ipul, yang telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon gubernur. Sehingga, ia optimis dengan pergerakan mesin partai pendukung, Khofifah dapat mengungguli calon lain, nantinya.

“Elektabilitas Bu Khofifah memang masih berada di bawah Gus Ipul. Sebab, Gus Ipul saat ini lebih diunggulkan karena beliau seorang ketua PBNU sekaligus Wakil Gubernur Jatim. Namun, waktu masih panjang, peluang calon lain masih sama besar,” sebutnya.

Selain dua hal tersebut, Khofifah juga memiliki modal dukungan massa yang tak kalah solid. Yakni, organisasi Muslimat NU, yang juga dipimpinnya. “Kalau (dukungan) NU sendiri, masih bisa pecah. Namun, kalau Muslimat NU sudah terkenal solid,” jelasnya.

Meskipun demikian, hingga saat ini dukungan partainya belum akan secara resmi diberikan oleh pihaknya. Pertama, Nasdem masih menunggu pencalonan Khofifah sekaligus pengunduran diri dari kabinet Kerja. Kedua, pihaknya juga akan mendengar masukan dari daerah pada Rakorda Nasdem Awal bulan depan.

Dengan adanya penjelasan dari Nasdem Jatim tersebut, peluang turunnya Khofifah sebagai bacagub tahun depan pun semakin besar. Sebelumnya, Partai Gerindra Jatim juga menyebut ketertarikannya untuk ikut mengusung Khofifah. Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadat, menyusul adanya rekomendasi yang diterima Gerindra Jatim dari beberapa kiai NU. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini