Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim, Pasangan ZA-FU Siap Jadi Calon Alternatif

16 Jul 2017 // 20:37 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170716-WA0002

SURABAYA (suarakawan.com) – Meski belum resmi mendaftar ke partai politik (parpol), pasangan Zainudin Amali dari Partai Golkar dan Fandi Utomo dari Partai Demokrat (ZA-FU) siap menjadi pasangan alternatif untuk Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) di Pilkada Jatim 2018.

Selain itu, keduanya menjadi figur alternatif cukup unik, karena sebagai wakil rakyat asal Jatim keduanya mengetahui bagaimana kinerja Gubernur Jatim, Soekarwo dalam menata pembangunan di masyarakat. Tak heran jika kemudian Jatim selalu menjadi jujugan pejabat RI dalam berbagai permasalahan. Termasuk diraihnya sejumlah penghargaan dari pemerintah RI terkait pembangunan di masyarakat.

“Kami sangat eman jika nanti pasangan gubernur dan wagub tidak mampu melanjutkan pembangunan di masyarakat yang dirintis oleh Pakde (panggilan Soekarwo). Sebaliknya, kami sudah hafal dan belajar bagaimana kebijakan Pakde Karwo dibuat sehingga dijadikan barometer pembangunan di Indonesia,” kata Zainudin Amali di Surabaya, Minggu (16/7).

Apalagi, Ketua Komisi II DPR RI ini pernah duduk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim, maka otomatis dirinya6 sering berkeliling di Jatim. Termasuk dalam Pilgub 2012 lalu, Zainudin Amali merupakan tim pemenangan pasangan KarSa (Karwo-Saifullah Yusuf) jilid II hingga sampai gugatan Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya kira hal itu dapat menjadi modal bagi saya dengan Pak Fandi sebagai calon alternatif,” tegasnya.

Senada dengan Zainudin Amali, Fandi Utomo mengaku dirinya maju dalam Pileg dari dapil Jatim satu (Surabaya-Sidoarjo) bukan karena ambisi, namun dirinya memahami karakteristik masyarakat Jatim. Pasalnya, sebagai politikus Partai Demokrat sudah lama malang melintang mengurus kebesaran Partai Demokrat di Jatim.

Bahkan, Fandi sudah pernah menjajal maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya, meski kalah. “Sebagai pasangan alternatif kami berdua tidak terlalu berambisi. Jika ada parpol yang melamar ya monggo. Kalau tidak ada toh kami masih menjabat sebagai anggota komisi II DPR RI,” ujarnya.

Soal siapakah yang pantas sebagai Cagub dan cawagubnya, Zainudin Amali menyerahkan sepenuhnya kepada Pakde Karwo yang tahu persis akan kinerja keduanya. “Saya serahkan sepenuhnya kepada Pakde Karwo saja,” ucapnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini