Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim 2018, Nilai Cak Nur Tak Bisa Diremehkan

18 Jul 2017 // 18:56 // HEADLINE, PILKADA

pilkada

SURABAYA (suarakawan.com) – Pengamat menilai bahwa Nurwiyatno (Cak Nur) tak bisa diremehkan. Peluangnya untuk memenangkan Pilkada Jatim 2018, sama besarnya dengan tokoh lain yang sudah mendaftar sebagai bakal calon gubernur melalui Partai Demokrat.

Terlebih, sosok Nurwiyatno sebagai Inpektur Provinsi Jatim selama ini dikenal sosok potensial, cerdas dan visinya bagus. Desain strategi branding dan strategi pemenangan yang tepat, Cak Nur akan membuat publik memiliki banyak pilihan.

“Sebagai Ketua PA GMNI Jatim, tentu memberinya jaringan politik yang tidak bisa diremehkan. Apalagi pengakuannya di berbagai kesempatan, kiprah Cak Nur ini mendapat restu dan dukungan dari pakde Karwo selaku King Maker politik di Jatim,” kata pengamat politik Mochtar W Oetomo di Surabaya, Selasa (18/7).

Seperti diberitakan, Cak Nur resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur ke Kantor DPD Partai Demokrat Jatim hari Minggu (16/7). Cak Nur menyusul Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Wakil Ketua Umum DPD Partai Demomrat Nurhayati Ali Assegaf yang lebih dulu mendaftar.

Usai Cak Nur, giliran Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur. “Demokrat telah menunjukkan komitmennya untuk memberi alternatif pilihan sebanyak-banyaknya pada publik Jatim,” tutur Direktur Surabaya Survei Center ini.

Nama-nama seperti Cak Nur, Nurhayati dan La Nyalla ini memiliki potensi besar untuk untuk bersaing dalam kontestasi Pilkada Jatim yang sebelumnya telah diramaikan dengan tokoh-tokoh mapan popularitas serta elektabilitas seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa dan Abdullah Azwar Anas. 

Dalam hasil survei SSC periode Juni yang dirilis beberapa hari lalu, nama Cak Nur belum muncul. Sementara untuk nama Nurhayati sudah muncul dengan tingkat popularitas sebesar 14,3 persen, tingkat akseptabilitas 9,3 persen dan tingkat elektabilitas sebesar 0,4 persen.

Hanya saja, masih jauh dibandingkan dengan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas empat kandidat teratas, yakni Gus Ipul, Risma, Khofifah dan Anas.  Namun, hal ini bukanlah akhir dari Cak Nur.

Selain waktu pemilihan masih satu tahun lagi, dinamika politik menjelang kontestasi pilgub Jatim masih akan sangat cair dan dinamis, apalagi ditambah dengan fakta bahwa kumulasi angka swing dan undecided voters masih sangat tinggi, yakni mencapai 76 persen.

“Memang nama Cak Nur belum muncul dalam hasil survei SSC. Karena survei kami itu digelar pada 10-30 Juni 2017. Di mana pada saat itu Cak Nur belum deklarasi akan running dalam kontestasi pilgub. Bahkan, satu mediapun belum pernah ada yang menyebut,” ungkapnya.

Hasilnya tentu akan berbeda jika ada survei lagi ke depan. “Pemberitaan terhadap proses pendaftaran Cak Nur cukup gegap gempita, jadi sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap popularitasnya,” tambahnya.

Terlepas dari itu semua, pihaknya memberikan apresiasi kepada Demokrat. Karena dengan kehadiran Cak Nur, Nurhayati dan La Nyalla dalam kontestasi pilgub Jatim, Demokrat telah menjalankan perannya untuk turut serta menyediakan stok kepemimpinan di Jatim. 

“Mudah-mudahan langkah Demokrat ini akan segera diikuti oleh partai-partai lain, sehingga kontestasi Pilkada Jatim akan semakin semarak. Dengan begitu, akan semakin memberi banyak pilihan bagi publik untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik,” kata pengajar di Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura ini. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini