Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim 2018, Golkar Siapkan Aliansi Strategis dengan NU

07 Jun 2017 // 20:46 // PILKADA

IMG-20170608-WA0000

SURABAYA (suarakawan.com) – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto menyambut positif suksesi kepemimpinan di Jawa Timur melalui Pemilihan Gubernur Jatim tahun depan. Novanto pun mendorong kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk memimpin provinsi dengan jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa tersebut. Karena itu, Partai Golkar akan melakukan koalisi strategis dengan NU di Pilgub Jatim. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

“Kami siap melakukan aliansi strategis dengan NU untuk mendorong Gubernur Jatim dari NU. Itu sesuai komitmen Pak Novanto (Setya Novanto-red) selaku Ketua Umum Partai Golkar,” tegas Sahat, Rabu (7/6).

Katua Fraksi Partai Golkar di DPRD Jatim ini mengaku tidak terpaku pada satu partai saja, seperti PKB. Pasalnya, partai berbasis NU di Jatim ada beberapa termasuk PPP. Karena itu Golkar akan menangkap seluruh aspirasi warga Nahdliyin yang tersebar disejumlah partai.

Sahat menambahkan, di internal Golkar sendiri terutama Jawa Timur Nahdliyin menjadi tulang punggung partai dan basis massa yang loyal. Karena itu sudah semestinya Partai Golkar mengakomodir aspirasi warga NU. Terlebih NU adalah mayoritas di provinsi paling Timur pulau Jawa ini.

“NU adalah bagian dari basis massa loyal di Partai Golkar dan warga Jawa Timur mayoritas adalah Nahdliyin. Karena itu sudah sewajarnya Gubernur mendatang berasal dari NU. Kita akan memperjuangkan cita-cita mulia tersebut,” ujar anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Sahat mengungkapkan, terkait Calon Wakil Gubernur, pihaknya menyerahkan hal itu kepada Cagub yang akan diusung Partai Golkar. Namun, pihaknya juga memberi opsi kepada Cagub nanti untuk memilih kader Golkar sebagai pendamping. Sebab Golkar punya banyak stok kader mumpuni di Jawa Timur.

“Ada Adies Kadir, Sambari Halim dan Zainuddin Amali. Saya kira mereka layak untuk level Cawagub. Kalau Ketua DPD PG Jatim, Pak Nyono diproyeksikan partai untuk maju Pilgub Jombang,” urai Sahat.

Soal waktu pengumuman rekom untuk Cagub, Sahat mengaku masih menunggu dua kali survei lagi. Karena sesuai aturan partai, survei menjadi parameter untuk merekom calon. Untuk survei pertama sudah dilaksanakan yang hasilnya urutan tiga besar diduduki Gus Ipul, Risma dan Khofifah. Sedangkan untuk survei kedua sudah berjalan, bahkan hampir rampung. Paling lambat pasca hari raya bisa diketahui hasilnya.

“Berdasarkan survei calon potensial yang akan didukung Golkar adalah Gus Ipul, Risma dan Khofifah. Hasil akhirnya akan ditentukan setelah survei ketiga,” pungkas politisi berlatar advokat tersebut. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini