Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim 2018, Gerindra Dekati Mantan Menteri Pendidikan M.Nuh

17 Sep 2017 // 20:01 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170917-WA0002

SURABAYA (suarakawan.com) – DPD Partai Gerindra Jawa Timur memastikan akhir oktober untuk rekomendasi Pilgub 2018 Jatim akan turun. Bahkan saat ini mulai melirik Muhammad Nuh mantan menteri Pendidikan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menggantikan Khofifah apabila tidak jadi maju pada pilgub Jatim 2018 mendatang.

Ketua DPD Gerindra Jatim, Supriyatno ditemui usai Rakor Pemenangan Pemilukada Jatim 2018 di DPD Gerindra Jatim, Minggu (17/9) mengatakan pengurus Gerindra juga berkomunikasi intens dengan 4 calon kandidat untuk menyamakan persepsi dengan kandidat tersebut, sebelum menentukan dukungannya.

“Saya kira sudah tidak perlu membuka pendaftaran cagub, karena kami sedang melakukan penggodokan calon tersebut. Dan pak Nuh akan dipertimbangkan dan melakukan komunikasi intensif,” ujarnya.

Keempat nama cagub Jatim yang dimaksud adalah Khofifah Indar Parawansah (Menteri Sosial), Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), La Nyalla Matalitti (Ketua Kadin Jatim), dan Muhammad Nuh (Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan).

Menurut anggota komisi XI DPR ini, selain mengkaji dan menggodok keempat nama cagub Jatim tersebut, Partai Gerindra juga menjalin komunikasi politik dengan partai-partai lainnya untuk rencana koalisi. “Ada beberapa partai yang sudah menjalin komunikasi, antara lain PKS,” tegasnya.

Terkait seberapa besar peluang partainya untuk mendukung Khofifah? Soepriyatno mengaku masih terbuka. Meski Khofifah sudah diusung Golkar, Nasdem dan Hanura, yang merupakan parpol pendukung Presiden Joko Widodo.

“Jangan salah pak Prabowo dan pak Jokowi itu bersahabat. Kalau sama sama membangun untuk kepentingan bangsa semua tenang saja,” pungkasnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini