Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pilgub Jatim 2018, FK3JT Minta Demokrat Tak Berikan Rekom ke Khofifah

02 Oct 2017 // 17:59 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20171002-WA0003

SURABAYA (suarakawan.com) – Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) Fahrur Rozi meminta agar Partai Demkorat untuk tidak memberikan rekom dukungan ke Khofifah pada pilgub 2018 mendatang.

“Khofifah ini punya basis massa cukup besar. Lha kalau dia mendapat dukungan Demokrat, tentu kekuatan akan berlipat. Sebab, di sana ada sosok Pak De (Soekarwo) yang juga punya loyalis cukup banyak. Kalau 3 Juta saja, ada. Maka sudah sudah sepatutnya kami khawatir,” tegas Ketua FK3JT, Fahrur Rozi di Surabaya, Senin (2/10).

Karena itu, pihaknya berupaya untuk ‘menganggalkan’ rekomendasi PD
kepada Khofifah. Caranya, dengan mengingatkan kembali ikrar bersama
antara Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo dengan Saifullah Yusuf
(Gus Ipul) 2013 lalu.

Dalam ikrar yang disaksikan para kiai di Jatim tersebut, Soekarwo, lanjut Fahrur Rozi telah bersepakat untuk memberi peluang bagi Gus Ipul maju sebagai gubernur.

“Bagi kami, ikrar ini adalah janji. Bahwa Pak Dhe akan mendukung Gus Ipul. Lha kalau ternyata Pak Dhe mendukung Khofifah, maka ini sama halnya dengan mengingkari janji,” tudingnya.

Itu sebabnya dia berharap, Soekarwo bisa melakukan loby politik kepada DPP PD untuk tidak memberikan rekomendasi kepada Khofifah.

“Pak Dhe memang bukan pengambil keputusan. Tetapi, dia kan pengurus DPP dan dekat dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Pastinya punya kesempatan untuk memengaruhi keputusan partai,” ujarnya.

Menganggapi hal itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku tetap pada
komitmennya. Bahwa dia akan memberi peluang kepada Gus Ipul untuk maju
sebagai calon gubernur. Hanya saja, dia tidak bisa berbuat banyak, lantaran dukungan terhadap calon gubernur menjadi domain DPP.

“Saya ini dengan Gus Ipul sohib (sahabat) sejak lama. Bayangkan sudah 10 tahun saya kumpul. Jadi tidak mungkin saya tidak memberikan support secara pribadi. Tetapi, sekali lagi, ini kan urusan DPP. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya diplomatis. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini