Petarung Drajat Jabar Ingin Jajal Kemampuan Atlet Jatim

PON-XIX-Jabar-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Meski menjadi tuan rumah PON XIX, Jawa Barat (Jabar) tak memandang remeh rival-rivalnya. Buktinya, para atlet tarung derajatnya akan try out ke Jawa Timur (Jatim) yang menjadi salah satu provinsi pesaing terberatnya di PON XIX, September mendatang.

Akhir Juli nanti, petarung-petarung drajat Jabar akan menjajal kemampuan petarung drajat Jatim. Selama satu minggu mereka dijadwalkan melakukan uji tanding. Rencana tersebut disambut hangat oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim.

“Kami sangat mendukung kedatangan tim tarung drajat Jabar yang ingin beruji tanding di Surabaya. Ini akan menjadi suatu persahabatan yang baik antara dua provinsi,” kata Ketua Umum pengprov Kodrat Jatim, Bambang Haryo, kemarin (10/7).

Menurutnya, banyak yang didapat dari sparing atlet kedua provinsi ini. Salah satu keuntungan itu bisa melakukan evaluasi sebelum terjun ke PON XIX. Sisa waktu satu bulan, dirasa cukup guna memperbaiki kekurangan yang ada.

Selain itu, Jatim bisa mengukur kekuatan Jabar yang akan menjadi salah satu saingan utama di pekan olahraga empat tahunan nanti. “Di try out ini kita bisa ambil keuntungan juga. Ada jeda waktu cukup panjang untuk memperbaiki kekurangan kita,” paparnya.

Pihaknya berharap atlet-atlet yang akan turun tidak sampai cedera. Untuk itu, sparing partner ini akan dibuat singkat. Pertarungan tidak tidak memakan waktu yang panjang. Hanya satu ronde saja. Ini akan berlaku bagi seluruh atlet yang bertarung.

Namun, aturan itu tidak akan mengurangi setiap petarung guna mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Bahkan, dia meminta untuk tampil all out seluruh atlet Jatim. Walaupun hanya satu ronde.

“Harapan kita atlet kedua provinsi ini tidak mengalami cedera. Karena itu, try outnya tidak terlalu panjang. Petarung kita bisa tampil maksimal. Tidak perlu ada yang kita tutupi,” ujarnya.

Apakah sparing partner ini tidak ada membongkar strategi Jatim, Bambang menyebut tidak ada yang harus dirahasiakan. Jarak satu bulan setelah try out dengan pelaksanaan PON XIX Jabar, cukup panjang. Ada jeda waktu untuk memperbaiki dan merubah teknik bertarung atlet.

Bahkan, Bambang meminta setiap atlet untuk menampilkan seluruh kekuatan. Agar evaluasi yang dijalankan bisa maksimal. Harapannya, usai sparing partner itu akan lebih baik lagi demi meraih target dua medali emas.

“Kita tunjukkan seluruh kekuatan. Buat apa kita tutupi. Kalau bisa, kita bikin grogi mereka (Jabar, Red). Waktu satu bulan cukup panjang untuk memperbaiki dan merubah teknik kita. Ini bisa kita jadikan sebagai evaluasi terakhir,” tuturya. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Petarung Drajat Jabar Ingin Jajal Kemampuan Atlet Jatim"