Pertumbuhan Ekonomi Jatim Semester 1 Tahun 2011 Mencapai 7,12 Persen

SURABAYA (suarakawan.com) – Situasi krisis yang terjadi di berbagai negara termasuk Amerika ternyata  turut memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasar data yang dilansir dari Biro Pusat Statistik (BPS) Nasional, pertumbuhan ekonomi triwulan 2 tahun 2011 tumbuh 6,5 persen.

“Sementara secara nominal,  pendapatan domestik bruto (PDB) Nasional triwulan 1 yang hanya  1.738,2 menjadi 1,811 pada triwulan 2 2011,” papar
DR Rusman Herawan, kepala BPS Nasional dalam teleconference di BPS Jatim, Jumat (05/08).

Pertumbuhan tertinggi (q to q), lanjut Rusman,  pada semester 2 tahun 2011 adalah perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 4,8 persen dan kontruksi yang mencapai 4,2 persen

“Sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,6 persen dan konsumsi pemerinta mencapai 4,5 persen, Pemerintah rupaya belajar dari tahun lalu dimana konsumsi pemerintah negatif,” imbuhnya.

Sementara untuk Jatim, pertumbuhan ekonomi triwulan 2  tahun 2011 mencapai 2,97 persen dibanding triwulan 1 tahun 2011. Sedangkan PDB Jatim pada semester 1 tahun 2011 mencapai 7,12 persen.

“Selama semester 1 tahun 2011 secara kumulatif, pertumbuhan positif terjadi pada semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 14,96 persen dan diikuti sektor kontruksi sebesar 9,30 persen,” papar kepala BPS Jatim Irlan Endrocahyo. (nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pertumbuhan Ekonomi Jatim Semester 1 Tahun 2011 Mencapai 7,12 Persen"