Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Peringatan Waisak 2017, Gus Ipul Serukan Masyarakat Jaga Jatim Tetap Adem

28 May 2017 // 05:02 // HEADLINE, KERUKUNAN

20170527_204203

SURABAYA (suarakawan.com) – Seruan menjaga Jawa Timur (Jatim) tetap adem (dingin), terus digelorakan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Kali ini, seruan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat menghadiri Peringatan Waisak 2017 / 2561 BE Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Timur di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Sabtu (27/5) malam.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Jatim tetap adem. Hingga saat ini, suasana Jatim masih tetap adem, terjaga dan kondusif,” ujarnya.

Gus Ipul ingin suasana adem tetap dipelihara dan dikembangkan terus. Semua ikut berkontribusi untuk membuat Jatim tetap adem. “Kalau di tempat lain panas, di Jatim tetap adem, tidak perlu saling menjelekkan. Kita berjalan secara terbuka, apa adanya, tidak perlu ditutup-tutupi,” tuturnya.

Suasana yang adem ini, menurutnya, menjadikan Jatim sebagai salah satu barometer nasional. Jika kondisinya adem, maka pembangunan bisa berjalan dengan baik. “Kalau kondisinya tenang, perkembangan ekonomi akan meningkat. Jadi adem itu aman, damai, ekonomi meningkat,” tegasnya.

Untuk itu, Gus Ipul mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Timur yang ikut menjaga Jatim tetap adem. Apalagi tema kegiatan yang diangkat untuk menghargai kebhinekaan yang ada di Indonesia.

“Pesannya jelas, Umat Buddha ingin hidup di Indonesia dan mempertahankan Indonesia, serta ingin juga berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Saya gembira, mudah-mudahan ini menyemangati dan menginspirasi Jatim tetap adem,” paparnya.

Melalui Peringatan Waisak ini, diharapkan bisa mengajak Umat Buddha untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga Indonesia secara gotong royong. Sebab gotong royong bisa menjadi modal untuk menghadapi segala permasalahan bangsa ini. “Mari kita bergotong royong, bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Peringatan Waisak 2017 / 2561 BE Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Timur, Rudi Budiman menambahkan, Peringatan Waisak kali ini bertema “Memahami Kebhinekaan dalam Kebersamaan”. Tujuannya, agar Jatim khususnya tetap kondusif.

“Sutasoma mengajarkan pada kita, kebencian jangan dibalas kebencian. Kemarahan jangan dibalas dengan kemarahan. Apalagi, saat ini juga memasuki sebuah bulan yang cukup baik untuk mengakhiri segala hujatan. Mari kita kembali bersatu,” katanya.

Untuk menyemarakkan kegiatan ini, pihaknya menyajikan drama kolosal berjudul Sutasoma yang menggambarkan Bangsa Indonesia yang hidup dalam kebhinekaan menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini