Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Peringatan Hari Santri di Mata Gus Sholah

22 Oct 2017 // 10:51 // HEADLINE, PENDIDIKAN

gus-sholah

JOMBANG (suarakawan.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid mengatakan bahwa memperingati hari santri jangan hanya dengan upacara saja, tapi harus meningkatkan kemampuan diri untuk siap bersaing.

“Tidak ada kata lain, harus belajar yang rajin, banyak membaca. Hari santri jangan hanya diperingati dengan upacara saja, tapi yang awal harus belajar,” katanya di Jombang, saat dikonfirmasi terkait dengan hari santri, Minggu (22/10).

Ia mengatakan, pondok pesantren saat ini sudah maju. Namun semua masih harus dikembangkan, termasuk di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Fasilitasnya dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih perlu ditingkatkan sehingga siap berdaya saing.

“Di Tebuireng perlu ditingkatkan lagi mudah-mudahan secepatnya baik. Ini juga harus terjadi pada semua pesantren. Jika ingin baik, semua tergantung pesantrennya, kemampuan guru, kesadaran pengasuh pesantren serta murid,” kata pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Memperingati Hari Santri 2017, di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, digelar berbagai macam kegiatan. Sebelumnya, telah digelar seminar resolusi jihad, membedah pemikiran dan perjuangan KH Hasyim Asyari yang dihadiri sejumlah tokoh pada Sabtu (21/10). Selain Gus Sholah, hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan serta pakar sejarah Ali Haidar.

Setelahnya, digelar “Istigatsah kubro” serta parade selawat banjari dan Ishari Cukir. Acara tersebut dilanjutkan dengan pembacaan kilas resolusi jihad oleh KH Sholeh Qosim yang merupakan pejuang hizbullah.

Rangkaian peringatan hari santri juga masih dilanjutkan dengan kegiatan apel bersama di terminal kawasan makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Acara itu juga diikuti ratusan santri dari berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama.

Dalam kegiatan tersebut, juga digelar drama kolosal perjuangan, seni bela diri dan dilanjutkan dengan kirab resolusi jihad. Kegiatan itu dilakukan di sepanjang jalan protokol dekat dengan Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini