Pergub Larangan Impor Hortikultura di Jatim Disahkan

SURABAYA (suarakawan.com) – Untuk mengantisipasi produk hortikultura impor agar tidak dijual di Jatim, Gubernur Jatim Soekarwo sudah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang mengendalian produk impor.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Anna Luthfie juga menentang keputusan pemerintah pusat yang tetap akan mengimpor holtikultura melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Dia mendukung penuh langkah gubernur mengirimkan surat ke presiden dan rencana penerbitan pergub larangan masuknya holtikultura impor di Tanjung Perak.

“Saya tidak menjamin kalau impor tersebut tidak akan bocor. Yang jelas impor juga merusak pertanian hortikultura di Jatim,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (03/03).

Namun, dalam pergub tersebut tidak menyebutkan secara spesifik nama barang impor yang dilarang masuk ke Jatim. Jenis barang itu akan ditentukan sesuai dengan keadaan di Jatim.

Ia mencontohkan ketika di Jatim sudah ada kentang maka tidak akan mengimpor kentang.“Nama barang itu merupakan gelang karet yang bisa dilihat dari kondisi,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jatim , Soekarwo mengatakan dengan adanya pergub ini sudah cukup kuat untuk menolak impor holtikultura.

Dia menandaskan, impor holtikulturan tidak sejalan dengan penetapan Jatim sebagai provinsi agro. Impor holtikultura juga bisa mematikan petani sayur di Jatim yang selama ini sudah banyak memberikan kontribusi tidak hanya untuk daerah sendiri tapi juga ke daerah-daerah lain. (aca/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pergub Larangan Impor Hortikultura di Jatim Disahkan"