Percepat Pembangunan Arteri, BPLS Serahkan Berkas Pembebasan Tanah Ke PN Sidoarjo

arteri Porong

SURABAYA (suarakawan.com) – Guna mendukung dan mengurai kemacetan di Jalan Porong saat lebaran, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus mempercepat pembangunan Tol yaitu dengan menyerahkan 30 berkas pemilik  lahan relokasi jalan raya arteri Porong pada Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Humas BPLS Ahmad Khusairi mengatakan, pembebasan lahan untuk arteri itu sebanyak 36 berkas yang tersebar di beberapa desa. Sebanyak 30 berkas sudah diserahkan ke PN Sidoarjo dan dalam pekan ini sudah bisa diproses.

Dikatakannya, BPLS akan secepatnya menyelesaikan 6 berkas yang belum diserahkan ke PN Sidoarjo. Enam berkas itu belum bisa diserahkan ke PN Sidoarjo karena administrasinya belum lengkap. “Enam berkas yang juga di konsinyasi itu masih dalam proses, dan segera kita serahkan ke PN Sidoarjo,” ujar saat dihubungi melalui teleponnya, Rabu (03/08).

Menurutnya, proses pembebasan lahan untuk  arteri Porong akan selesai jika enam berkas ini sudah diproses di PN Sidoarjo. “Setelah enam berkas itu konsinyasinya selesai, pembebasan lahan untuk relokasi jalur arteri Porong selesai,” terangnya.

Dia menyebutkan, untuk 30 berkas yang sudah diserahkan ke PN Sidoarjo, total pembayaran yang dikeluarkan BPLS sekitar Rp 5,8 miliar. Sedangkan untuk enam berkas lainnya, masih dalam penghitungan berapa nominal yang harus dikeluarkan.

Lahan-lahan yang dikonsinyasi berada di Desa Ketapang Kecamatan
Tanggulangin, Desa Wunut, Pamotan, Kesambi, Juwet Kenongo, dan Kebonagung Kecamatan Porong, serta Desa Kejapanan Kecamatan Gempol, Pasuruan.

Akibat belum bisa dibebaskannya lahan, juga berimbas pada mangkraknya pembangunan dua flyover di Desa Kebonagung. Padahal, badan dua flyover yang memotong Kali Porong itu sudah berdiri tegak. Penyebab lain belum bisa dibangunnya flyover tersebut karena gangguan dari sejumlah orang yang diduga pemilik lahan yang belum dibebaskan. (aca)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Percepat Pembangunan Arteri, BPLS Serahkan Berkas Pembebasan Tanah Ke PN Sidoarjo"