Percepat Layanan Wajib Pajak, Pemprov Bersama Polda Jatim Buat E-Smart Samsat

20170222_093551

SURABAYA (suarakawan.com) – Di awal tahun 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim membuat gebrakan baru untuk mempercepat pelayanan bagi wajib pajak (WP) dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor (PKB) setiap tahun. Bersama Polda Jatim, Pemprov Jatim akan membuat E-Smart Samsat.

Aplikasi berbasis Android ini bakal diluncurkan pada pertengahan Maret 2017. “Bulan Maret akan kita luncurkan. Sekarang kami sudah mulai sosialisasikan program e-Smart Samsat ini ke masyarakat,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Ibnu Isticha usai Rapat Evaluasi dan Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi Jatim Semester I Tahun Anggaran 2017 di Hotel Singgasana Surabaya, Rabu (22/2).

Dijelaskan, dalam aplikasi yang nantinya bisa didownload lewat playstore itu akan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Masyarakat yang ingin membayar pajak cukup menggunakan ponsel.

Untuk pembayaran uangnya tidak perlu ke Samsat, karena bisa ditransfer melalui lima bank pemerintah. Lima bank yang diajak kerjasama untuk pembayaran pajak kendaraan itu, yakni empat bank BUMN dan satu bank daerah.

“Setelah daftar di aplikasi e-Smart Samsat bisa langsung transfer ke BTN, Mandiri, BRI, BNI, dan satu bank daerah yaitu Bank Jatim. Setelah melakukan transfer pembayaran, lanjut dia, maka wajib pajak akan dapat resi atau nomer seri pembayaran,” ujarnya.

Bukti pembayaran tersebut dapat digunakan untuk mengambil dokumen atau notice STNK dan plat nomor polisi di Samsat terdekat di wilayah Jawa Timur. “Ini berlaku untuk seluruh wilayah Jatim. Walaupun dari Surabaya bisa ambil dokumennya di Pacitan atau lainnya,” imbuhnya.

Pembayaran dengan aplikasi ini bisa dilakukan termasuk bagi wajib pajak yang terkena denda. Namun, Ibnu memberikan pengecualian bagi kendaraan yang datanya terblokir. “Kalau blokiran tidak bisa bayar. Ini termasuk karena kendaraan terlibat tindak kriminal atau kendaraan masih bermasalah dengan pihak leasing,” tukasnya.

Sekdaprov Jatim Achmad Sukardi mengapresiasi inovasi-inovasi pelayanan yang selalu baru dimunculkan oleh Bapenda Provinsi Jatim dan Ditlantas Polda Jatim. Sebelumnya, telah ada inovasi Samsat Drive Thru, Samsat Mobile, e-Samsat, Samsat Corner, Samsat Payment Point, Samsat Pembantu dan ATM Samsat.

“Ke depan, bisa dikembangkan inovasi untuk cek fisik secara elektronik dan pengesahan STNK tahunan secara elektronik,” katanya.

Pemprov Jatim sendiri menargetkan PAD tahun 2017 dari PKB dan BBNKB kurang lebih sama seperti tahun 2016 lalu sebesar Rp 12,8 triliun (naik 107 persen dibanding tahun 2015). Target tersebut, disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang masih belum bagus.

Realisasi PKB tahun 2016 mencapai Rp 5,3 triliun. Perolehan itu melebihi target yang hanya Rp 5 triliun atau realisasi mencapai 106,2 persen. Sedangkan untuk realisasi dari BBNKB sebesar Rp 3,71 triliun.

Jumlah itu juga lebih tinggi dari target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 3,3 triliun atau terealisasi 112,44 persen dari target. “Jadi target masih tetap sama atau kalaupun ada kenaikan sedikitlah,” tegasnya. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Percepat Layanan Wajib Pajak, Pemprov Bersama Polda Jatim Buat E-Smart Samsat"