Penyidik Fokus Pada Renja Bimtek

Tidak ada komentar 10 views

suasana pemeriksaan anggota DPRD

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemeriksaan “kloter” ke 2 anggota DPRD Surabaya membuka tabir seputar permasalahan Bimtek.  Pertama, terkait rencana kerja (Renja) hingga terjadi penambahan kegiatan bintek menjadi 18 kali, dari semula hanya 12.

Saat penambahan tersebut ternyata tidak semua pimpinan sepakat dan mau menandatangani perubahan tersebut, kecuali hanya Ketua DPRD Wisnu Wardhana dan Wakil Ketua Whisnu Sakti Buana. Padahal sesuai aturan kolektif kolegial, seharusnya semua pimpinan sepakat.

Fakta tersebut dibenarkan Anggota Komisi D DPRD, Masduki Toha seusai menjalani pemeriksaan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku jika keputusan penambahan bimtek tidak  ditandatangani oleh semua unsur pimpinan dewan.

“Yang tanda tangan hanya Wisnu Wardhana dan Whisnu Sakti Buana saja. Sementara Wakil Ketua DPRD Musyafak Rouf dan Akhmad Suyanto tidak tanda tangan,sehingga saat itu, kami pun tidak berani berangkat,”ujar Masduki Toha,Rabu(27/07).

Terkait alasan perbedaan sikap unsur pimpinan dewan,Masduki tidak mengetahi alasannya, Namun dia menduga jika hal itu karena pertimbangan rasionalisasi semata. Bahwasanya, bimtek hanya lazim dilaksanakan sebanyak 12 kali. Asumsinya, setiap bulan hanya sekali kegiatan.

Seperti yang diketahui, penambahan program bimtek menjadi 18 kali telah menggelembungkan anggaran hingga menjadi Rp3,7 miliar. Atau mengalami penambahan hingga Rp1 miliar. Tambahan inilah kata Masduki yang dinilai tidak realistis.

Senada dengan Masduki, Ketua Komisi B DPRD, Moch Mahmud mengatakan  jika pelanggaran Bimtek kemungkinan hanya pada persoalan renja. Ini karena ada perbedaan persepsi antar anggota DPRD terkait penambahan jumlah bimtek sehingga tidak semua pimpinan DPRD tandatangan.

“Dugaan  saya, bidikan penyidik hanya pada masalah renja. Sebab penilaian saya, tidak ada masalah dengan pelaksanaannya. Buktinya saya mengikuti semuanya,”ujar Mahmud seusai diperiksa.

Sementara hal kedua adalah menyangkut teknis penyelenggaraan. Masduki menerangkan, sesuai mekanisme, kegiatan bintek biasanya muncul dari lembaga penyelenggara. Lembaga inilah yang kemudian menawarkan kepada komisi-komisi di DPRD untuk kemudian dimusyawarahkan.

Jika sepakat, maka komisi akan mengonfirmasi kembali pihak penyelenggara hingga kemudian turun proposal berisi materi, pelaksanaan, lokasi hingga kebutuhan anggaran.

“Penyidik ternyata lebih tahu dari kami. Jadi saya pun hanya mengiyakan saja,”jelasnya.

Untuk pemeriksaan besok di rencanakan Ketua Komisi A, Armuji dan Ketua Komisi C, sachiroel Alim akan menjalani periksaan.

Dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Indarto mengatakan masih menunggu laporan dari anggotanya.”Baru selesai jadi masih belum dapat laporan.Sabar dululah,”ujar Indarto(Wis/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penyidik Fokus Pada Renja Bimtek"