Penyelesaian Kasus HAM Era SBY-Boediono Nol

JAKARTA (suarakawan.com) – Presiden SBY baru-baru ini di depan para kedutaan luar negeri mengatakan ada pelanggaran Hak azasi Manusia di Papua, dan presiden berncana minta maaf. Tidak hanya itu, tahun 2012 presiden juga dihadapannya pimpinan lembaga hukum menyatakan harus ada keadilan untuk korban HAM masa lalu

“Tepi sampai sekarang realisasinya Nol, Apakah ini bisa disebut sebagai resiko,” terang pemerhati Hak Azasi Manusia, Usman Hamid dalam diskusi bertema ” Menghitung Resiko Bernegara di Bawah SBY-Bediono Sampai 2014,” di rumah Perubahan 2.0, Harmoni, Jakarta, Selasa (21/02)

Usman mengatakan menggantungnya penyelesaian pelanggaran HAM yang tidak kunjung selesai selain tidak adanya keinginan dari SBY juga karena adanya kompromi politik yang terjadi saat ini

“Sehingga kasus HAM masa lalu seperti kasus Munir dan Papua, tidak terselesaikan sampai sekarang,” terangnya

“Selama tidak ada tekanan dari partai-partai, SBY tidak akan pernah menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Sebab SBY begitu bergantung kepada partai-partai,” demikian Usman.(pra/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penyelesaian Kasus HAM Era SBY-Boediono Nol"