Penyandang Dana Jaringan Upal Nganjuk Seorang Residivis

SURABAYA (suarakawan.com) – Jaringan uang palsu Nganjuk yang berhasil dibongkar oleh Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Jatim ternyata di danai oleh seorang residivis. Sang penyandang dana sekaligus otak dari jaringan ini adalah Burham Samroni (33) warga Sentanan, Ponorogo. Selain berperan sebagai penyandang dana,tersangka juga ikut mengedarkan uang palsu itu.

“Pelaku adalah seorang residivis dengan kasus yang sama,tertangkap oleh Polres Ponorogo dan di vonis 3 tahun,” ujar Kasubdit Resmob Dit Reskrimum Polda Jatim AKBP Heru Purnomo, Kamis (01/03).

Sementara itu menurut Kasubid Penmas Bid Humas Polda Jatim AKBP Suhartoyo, dua tersangka lain juga berhasil diamankan, masing-masing Andri Setyawan (30) Mlaras, Jombang, yang memiliki peran sebagai pencetak uang hasil editan laptop,dan tersangka Min Purwadi (63) warga Kediri yang berperan sebagai tukang sablon.

“Modusnya dengan melayani pesanan dari orang yang memerlukan uang palsu, dengan pola 1 dibanding 3, melayani dari beberapa kota, seperti Surabaya, Pare, dan beberapa kota lainnya. Namun sebelum berhasil diedarkan sudah tertangkap,” ujar Hartoyo.

Selain mengamankan tiga tersangka,juga diamankan barang bukti berupa uang palsu siap edar dalam pecahan 20 ribuan sebanyak Rp 10 Juta rupiah dan uang palsu dalam lembaran yang belum digunting sejumlah Rp 40 Juta rupiah, seperangkat alat cetak yang digunakan untuk memproduksi uang palsu tersebut, printer, dan beberapa alat tulis

“Masih akan kita kembangkan untuk mendalami kasus ini, kemungkinan keterkaitan dengan jaringan upal lainnya,” tambah Hartoyo.

Pengamatan suarakawan.com, hasil produksi jaringan Nganjuk ini cukup halus dibanding dengan uang yang asli. Namun apabila dicermati dan diraba secara seksama, maka akan kelihatan perbedaannya antara uang palsu dengan yang asli.

“Jika yang palsu kertasnya tipis di banding yang asli,dan warnanya lebih kabur. Namun jika malam hari dan orang awam akan mudah dikelabui,” demikian kata Heru.

Sekedar diketahui, Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Jatim berhasil membongkar jaringan uang palsu dari kawasan Nganjuk. Berdasarkan informasi yang digali suarakawan.com, dari jaringan upal ini, tiga tersangka berhasil diamankan. (Wis/jto)

Keterangan Foto: Barang Bukti Uang Palsu Jaringan Nganjuk.(wis)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penyandang Dana Jaringan Upal Nganjuk Seorang Residivis"