Penulis Buku Balita Berkonten LGBT Akhirnya Buka Suara

JAKARTA (suarakawan.com) – Akibat terlalu euforia dan senang, penulis buku balita, Intan Noviana tidak sengaja memasukkan kata bermuatan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Kata yang dimaksud adalah ‘waria’, yang dinilai tidak patut dibaca anak-anak.

Ditemui saat konferensi pers di Kantor KPAI, Rabu (3/1), Intan memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

“Kalau boleh dibilang, saya ini termasuk penulis dadakan. Saya mulai menulis buku belajar membaca untuk anak-anak sejak tahun 2009. Saat itu, buku saya langsung laris dan terkenal. Bahkan sampai dicetak beberapa kali. Padahal, itu baru pertama kalinya saya menulis buku,” jelas Intan.

Kesuksesan Intan itulah yang membuat dirinya senang dan sangat euforia. Ia sangat bersemangat untuk menulis.

Intan mengakui saat ini dirinya seperti ‘tersandung’ karena tidak sengaja memasukkan kata berkonten LGBT pada bukunya yang berjudul Balita Langsung Lancar Membaca dengan Metode Belajar Sambil Bermain (BSB).

Buku itu diterbitkan Pustaka Widyatama pada tahun 2010.

“Saya seperti ‘tersandung’ saja. Jadi, saya tidak ngeh (dalam) memilah dan memilih kata,” tambah Intan.

Selain alasan euforia, Intan juga mengungkapkan, ketika menulis buku Balita Langsung Lancar Membaca dengan Metode Belajar Sambil Bermain (BSB) dia kehabisan kata-kata. Kala itu, Intan bermaksud memperkenalkan suku kata ‘wa’.

“Saya ingin memperkenalkan suku kata ‘wa’ ke dalam kata dan kalimat. Tidak mudah membuat kata dan memasukkannya ke dalam kalimat,” ungkap Intan.

Ia pun refleks mengembangkan suku kata ‘wa’ menjadi kata ‘waria.’ Kata ini pun terangkai dalam kalimat, “Opa bisa jadi waria”, “Fafa merasa dia wanita”, dan “Ada waria suka wanita, yang ada di dalam buku Balita Langsung Lancar Membaca dengan Metode Belajar Sambil Bermain (BSB).

Atas kesalahannya tersebut, Intan sudah meminta maaf dan sudah menemui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan klarifikasinya.(lp6/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penulis Buku Balita Berkonten LGBT Akhirnya Buka Suara"