Penjual Nasi Terlibat Curanmor Lintas Kota

Tidak ada komentar 4 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Diduga terlibat curanmor antar kota, Agus (33), Warga Jl. Pogot Gg. X, terpaksa harus berurusan dengan aparat reskrim Polsek Tambaksari. Ini menyusul adanya laporan dari pemilik motor Suzuki Satria L 6146 RB, Muhammad Yusuf (29), warga Ambengan Batu II, yang mengaku bahwa motor seharga Rp 20 juta, telah digadaikan kepada bapak empat anak itu.

Motor tersebut telah digadaikan oleh Yulianto, keponakannya sendiri yang rumahnya tak jauh dari rumah korban. Pasalnya, Yulianto merasa jengkel lantaran merasa ditipu oleh korban. “Motor korban oleh Yulianto dipinjam lantas digadaikan kepada Agus Rp 2 juta. Oleh Agus dilempar lagi ke Arifin (DPO) warga Lamongan Rp 3,5 juta,” jelas Kompol Suhartono, Kapolsek Tambaksari, Jumat (2/3) kemarin.

Dari sinilah polisi kemudian menyelidiki keberadaan Agus dan menangkapnya di rumah. Sayangnya dalam penangkapan itu polisi tak berhasil menemukan sepeda motor yang dicuri Yulianto. “Saya gak tahu motor ini hasil curian, karena saat itu motor ini gak ada surat-suratnya akhirnya motornya saya jual lagi,” Aku Agus di Mapolsek Tambaksari.

Akibat perbuatannya ini, Agus yang sehari-hari sebagai penjual nasi, kini hanya bisa meratapi nasib mendekam di penjara. Ia dijerat pasal 480 KUHP tentang perbuatan jahat dan terancam dipenjara selama dua tahun.

Sementara itu, polisi sampai kini masih menyelidiki kasus pencurian sepeda motor yang diduga melibatkan jaringan pencurian sepeda motor antar kota. “Karena informasi terakhir motor korban sudah terjual di Madura,” terangnya.(sk/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penjual Nasi Terlibat Curanmor Lintas Kota"