Penjual Ayam Musiman Manfaatkan Momentum Megengan

pedagang ayam musiman

SURABAYA (suarakawan.com) – Menjelang puasa identik dengan orang menyembelih ayam untuk dibagikab ke tetangga dan keluarganya sendiri. Hal tersebut merupakan tradisi umat Islam suku Jawa yang biasa dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Tradisi yang dikenal dengan megengan tersebut, pada tahun ini dimanfaatkan ratusan pedagang ayam musiman untuk meraup rejeki sebanyak banyaknya.

Seperti halnya para pedagang di kawasan makam religi sunan ampel Surabaya, yang ada di jalan Penggirian Surabaya.

Masyarakat terlihat sibuk memilih dan tawar menawar harga ayam kampung.
Misalnya Syafii, salah satu pembeli ayam kampung untuk dirinya yang akan disembelih sendiri dan dimasak serta akan dibagikan ke tetangga tetangga.

“Saya membeli ayam ini untuk dipotong dan dibuat megengan jelang puasa dan nantinya ayam yang sudah dimasak ini akan dimakan dengan keluarga,” jelas Syafii, Minggu (31/07).

Sementara menurut pedagang ayam, Hosmah hampir seminggu sebelum puasa ayamnya sudah terjual habis setiap harinya.

Ia mengatakan daya beli masyarakat meningkat dibanding hari hari biasa.
Setiap harinya ia mampu menjual ayam 50 hingga 70 ekor ayam. Harga yang ditawarkan pun juga bervariatif, mulai dari 75 ribu sampai 100 ribu rupiah. Padahal. Jika hari biasa ia hanya menjual sayur.

“Saya menjual ayam ini untuk menjelang puasa dan biasanya untuk menyambut puasa tersebut” terang Hosma.(bs/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Penjual Ayam Musiman Manfaatkan Momentum Megengan"