Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Penipuan Baru Lewat WhatsApp, Begini Modusnya

02 Jun 2017 // 13:20 // HEADLINE, INTERNET

6478wh

JAKARTA (suarakawan.com) – Aplikasi WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang banyak dipasang pengguna smartphone. Banyak kemudahan yang bisa dilakukan dengan aplikasi yang satu ini.

Kita bisa mengirim pesan hingga dokumen, yang biasa dilakukan di email. Maka tidak heran, jika banyak sekali modus penipuan yang mengatasnamakan WhatsApp. Bahkan, banyak yang masih mengira jika aplikasi yang satu ini berbayar.

Memang sejak pertama kali kemunculannya, pengguna diharapkan membayar sekitar Rp13 ribu pertahun. Namun kini sudah tidak lagi, layanan ini sudah menggratiskan aplikasinya. Kini, muncul lagi sebuah penipuan yang bisa mengambil uang Anda.

Pada akhir tahun lalu, banyak pengguna menerima pesan yang menyatakan bahwa WhatsApp akan “mengenakan biaya” pada tanggal 1 Januari 2017.

Pesan ini kemudian menawarkan solusi, dengan cukup meneruskan pesan ke 10 kontak lainnya agar terhindar dari biaya “0,01 sen per pesan”.

Penipuan ini menargetkan pengguna yang tidak aktif dan mengklaim bahwa saat penggunanya akan meneruskan pesan ke 10 orang teman mereka di WhatsApp.

Kini muncul lagi penipuan lain, berusaha memancing pengguna WhatsApp untuk mengklik tautan berbahaya dengan janji akan diberikan voucher Sainsbury senilai £ 100.

Tanggapan WhatsApp terhadap penipuan semacam itu jelas, memberi tahu pengguna tentang bagaimana melakukan tindakan: “Kami selalu menyarankan Anda untuk memblokir pengirim, mengabaikan pesan dan menghapusnya.”

Untuk referensi di masa depan, pihak WhatsApp mmenjelaskan pesan yang berisi penipuan:

– Pengirim mengaku berafiliasi dengan WhatsApp.
– Isi pesan berisi instruksi untuk meneruskan pesan.
– Pesan tersebut mengklaim bahwa Anda dapat menghindari hukuman, seperti penangguhan akun, jika Anda meneruskan pesan.
– Konten pesan mencakup hadiah baik dari pihak lain atau dari WhatsApp.

Jika ada pesan seperti itu, maka jangan pernah membukanya. Dan lakukan tindakan seperti di atas. (tehno/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini