Pengungsi Gempa Bumi & Tsunami Jepang Butuh Selimut

SURABAYA – Otoritas Jepang merilis jumlah resmi korban yang tewas dan hilang menyusul gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan wilayah pantai timur laut Jepang pada Jumat (11/3)  lalu . Sejauh ini, jumlah korban jiwa mencapai 3.676 orang dan lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang.

Bantuan kemanusian untuk korban gempa bumi dan tsunami terus mengalir ke negeri Sakura tersebut. Namun bantuan berupa selimut sangat dibutuhkan saat ini, menyusul suhu dingin menyerang pengungsi di Jepang .

“Sekarang ini warga Jepang memerlukan bantuan dan yang penting adalah selimut,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela-sela kunjungannya ke konsulat jenderal (konjen) Jepang di JL Sumatera Surabaya, Rabu (16/3).

Pria yang biasa disapa Gus Ipul ini mengatakan, hasil pertemuan dengan Konsul Jepang, akan dilaporkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun pemerintah pusat.

“Nanti kita akan melaporkan ke pemerintah provinsi atau dalam koordinasi pemerintah pusat. Tapi pada prinsipnya, pemerintah Indonesia telah berusaha memberikan bantuan yang diperlukan,” tuturnya.

Saat ditanya, kapan bantuan selimut dari pemprov Jatim akan disalurkan ke Jepang, Ipul belum memberikan kepastian.

“Nanti kita lihat situasinya. Kami ingin memberikan perkuatan, bahwa masyarakat dan pemerintah Jepang bisa lebih cepat pulih,” tuturnya.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan penjelasan dari Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Masaaki Takano, bahwa warga Jepang juga masih dihinggapi rasa takut dan ketegangan, terkait ledakan nuklir yang masih terjadi.

“Pak konsul tadi menyampaikan bahwa masih ada rasa tegang masyarakat

Jepang, bahwa di sana masih terjadi ledakan nuklir. Ini adalah bencana yang tidak hanya dirasakan masyarakat Jepang, tapi juga dirasakan seluruh warga dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Konsul Jepang Masaaki Takano menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemrov Jatim, atas perhatiannya terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda di Jepang.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang masih mempertahankan hubungan bilateral maupun ekonomi dan dukungan moril untuk bangkit setelah terkena bencana alam,” ujar Takano.(ut/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pengungsi Gempa Bumi & Tsunami Jepang Butuh Selimut"