Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengganti Gubernur Jatim Soekarwo Harus Seorang Visioner

28 May 2017 // 22:03 // HEADLINE, PILKADA

IMG_20170523_224842

SURABAYA (suarakawan.com) – Calon Gubernur (Cagub) mendatang, harus seorang visioner agar bisa melanjutkan kepemimpinan Gubernur Jatim Soekarwo. Selama dua periode memimpin Jatim, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, dinilai sukses membangun provinsi berpenduduk sekitar 40 juta jiwa ini.

“Cagub yang baru nanti harus seorang visioner agar bisa melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan Soekarwo,” kata Anggota keluarga besar pendiri Thoriqot Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Dr Syafiin kepada wartawan di Surabaya, belum lama ini.

Selama sembilan tahun memimpin Jatim, menurutnya, Pakde Karwo terbilang berhasil. Terbukti, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan stabilitas keamanan yang kondusif. Fakta itu menjadikan Jatim sebagai provinsi yang banyak dilirik investor setelah Jawa Barat.

“Sejumlah penghargaan diberikan oleh pemerintah pusat selama kepemimpinan Pakde Karwo bersama Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Karena itu, Cagub mendatang harus seorang yang visioner agar bisa melanjutkan pembangunan yang dimulai oleh Pakde Karwo dan gubernur sebelumnya,” ujarnya.

Salah satu keberhasilan Pakde Karwo itu, lanjutnya, di bidang ekonomi. Namun demikian, kepemimpinan Pakde Karwo itu belum maksimal. Dengan melimpahnya sumber daya alam di Jatim, termasuk minyak dan gas, seharusnya kesejahteraan masyarakat Jatim lebih baik lagi.

Selain itu, yang perlu disorot kebijakan impor sejumlah kebutuhan pokok, seperti daging, cabe dan bawang. Padahal, lahan pertanian di Jatim sangat subur dan petaninya juga gemar bekerja keras.

“Jadi, kita menyayangkan kebutuhan garam di Jatim masih harus diimpor. Padahal, Jatim memiliki pulau Madura yang selama ini mendapat julukan Pulau garam karena sumber garamnya yang melimpah,” tegasnya.

Karena itu, seharusnya Jatim mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Bahkan bisa menyuplai kebutuhan untuk provinsi lain atau ekspor ke luar negeri. “Tidak terus menerus impor seperti selama ini,” tandas pria yang memiliki tujuh gelar kesarjanaan ini.

Ditambahkan, dengab penduduk 40 juta orang, Jatim merupakan pasar yang potensial bagi provinsi lain maupun negara lain untuk menjadikan Jatim sebagai pasar bagi produksi mereka. Karena itu, kalau Jatim bisa memenuhi kebutuhan warganya sendiri maka perputaran uang tidak akan lari dari Jatim.

“Besarnya penduduk Jatim merupakan potensi sendiri. Sayangnya, masih banyak kebutuhan warga Jatim dipenuhi melalui impor. Padahal, kalau bisa dipenuhi sendiri akan berdampak ekonomis dan mendongkrak pendapatan asli daerah,” kata Syafiin yang puluhan tahun malang-melintang di dunia intelijen ini. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini