Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengentasan Kemiskinan di Jatim Tak Sampai 100 Ribu Orang Tiap Tahunnya

14 Nov 2017 // 19:44 // EKONOMI, HEADLINE

miskin

SURABAYA (suarakawan.com) – Kemiskinan di Jawa Timur menjadi perhatian serius bagi Komisi E DPRD Jatim. Mengingat  setiap tahunnya penurun kemiskinan tidak menurun secara siginifikan yakni pengentasan tidak sampai 100 ribu orang.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochamad Eksan mengatakan, penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur menjadi indikator utama kinerja pemerintah, baik kabupaten/kota maupun daerah. Selama tiga tahun daya dongkrak untuk menurunkan kemiskinan tidaklah signifikan. Setiap tahun angka pengentasan kemiskinan tidak sampai  100 ribu orang. Bahkan daya dongkarak untuk peningkatan kesejahteraan ternyata tidak sangat signifikan.

“Angka penurunan kemiskinan tidak sampai 100 ribu orang tiap tahun yang bisa dientas. Ini terjadi karena komplesitas kemiskinan itu sendiri. Bukan semata-mata persoalan keperpihakan, tetapi akibat kemiskinan structural,” kata Eksan, di Surabaya, Selasa (14/11).

Politisi asal Partai Nasdem itu mengaku kemiskinan diakibatkan menurunnya daya beli masyarakat karena naikknya harga barang, jasa, atau kehilangan pekerjaan. Selain itu, juga disebabkan oleh faktor pertumbuhan ekonomi, dan iklim.

Untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan mengendalikan harga barang dan jasa sehingga tidak menyebabkan terjadinya kemiskinan structural. Selain itu juga mendorong peningkatan daya beli masyarakat dengan meningkatkan pendapatan warga.

“Upaya lain agar kemiskinan dapat menurun, Pemprov Jatim mengalokasikan dana program kesra,  BKSM (Bantuan Keuangan Siswa Miskin sebesar RP 30 miliar,” pungkas Eksan. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini