Pengelolaan Taman Nasional Bisa Dilakukan Swasta

JAKARTA – Pemerintah menawarkan pengelolaan taman nasional kepada investor swasta dengan pola pemanfaatan ekowisata untuk menyiasati keterbatasan biaya pengelolaan pemerintah. Indonesia memiliki 50 kawasan taman nasional dengan luas areal 28 juta hektare.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan,Darori mengatakan kondisi taman nasional di Indonesia relatif terbengkalai karena minimnya dana pemeliharaan. Dalam beberapa tahun terakhir alokasi biaya pengelolaan taman nasional Indonesia hanya US$ 5 per hektare, jauh lebih rendah dari Malaysia yang mencapai US$ 18 per hektare.

Menyerahkan pengelolaan kepada swasta menjadi opsi yang dimungkinkan. Tidak hanya sekadar mencari profit tapi memaksimalkan pengelolaan taman nasional.

Konsep pengelolaan berdasarkan mekanisme non-land based profit. Artinya, swasta bisa mengambil manfaat ekonomis dari taman nasional tanpa merusak, misal mengembangkan ekowisata. Pola ini sudah dilakukan beberapa negara seperti Argentina.

Swasta juga bisa ikut mengelola taman nasional dengan mengalokasikan dana corporate social responsibility. Dengan pola ini, swasta diizinkan mengambil manfaat ekonomis seperti pemasangan banner perusahaan. Untuk mencegah kerusakan dan pencurian plasma nuftah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam akan menjadi pengawas di sana.

Kepala Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia, Jatna Supriatna menilai komersialisasi kawasan konservasi dan taman nasional bisa dilakukan karena keterbatasan biaya. Dia menghitung, biaya pengelolaan taman nasional di Indonesia paling tinggi hanya US$ 50 per hektare per tahun. Negara-negara maju mengalokasikan biaya pengelolaan hingga US$ 70-US$ 100 per hektare per tahun.

Paradigma lama yang sama sekali tidak boleh mengusik taman nasional dinilai sudah tidak sesuai lagi. “Jasa lingkungan untuk memelihara taman nasional penting dan sudah diterapkan oleh negara-negara maju,” jelasnya. (IFT/ara)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pengelolaan Taman Nasional Bisa Dilakukan Swasta"