Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengamat: Wakil Gubernur Paling Tepat Dijabat Birokrat Berpengalaman

05 May 2017 // 22:20 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170505-WA0012

SURABAYA (suarakawan.com) – Birokrat berpengalaman dinilai paling tepat untuk menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) yang akan datang. Mereka akan disandingkan dengan calon Gubernur dari politisi.

Penilaian tersebut diutarakan pengamat komunikasi politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo. “Mayorita para calon Gubernur yang muncul adalah politisi. Maka yang tepat mendampinginya adalah orang dari birokrasi,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (5/5).

Dijelaskan, roda pemerintahan di Provinsi Jatim selama ini berjalan sangat positif. Ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan administratif yang didapatkan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Pusat.

Karena itu, dengan modal pengalaman birokrasi yang dimilikinya maka roda pemerintahan dijamin tetap berlangsung baik sehingga dibutuhkan pasangan tepat. “Kalau gubernurnya politisi maka tepat pasangannya dari birokrat murni, terutama yang karirnya dimulai dari bawah,” tandasnya.

Meski demikian, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu, mengaku tidak semua birokrat layak untuk memimpin provinsi ini karena dibutuhkan seseorang yang memahami persoalan administrasi dan keuangan.

“Bukan sekadar modal birokrasi, kemudian yakin dan percaya diri untuk maju. Tapi, birokrat yang memahami administrasi serta keuangan, syukur-syukur pernah menjadi bupati/wali kota atau penjabat sementara kepala daerah,” tuturnya.

Tak itu saja, untuk mengimbangi calon Gubernur Jatim yang menurutnya sangat layak dipimpin dari seorang Nahdliyyin maka wakilnya selain dari birokrat, juga aktif di organisasi. “Aktif di organisasi itu harus,” ucapnya.

Sejumlah nama yang disebut-sebut potensial sebagai orang nomor dua di lingkungan Pemprov Jatim antara lain Nurwiyatno yang sekarang menjabat inspektur Pemprov Jatim, ketua PA GMNI Jatim sekaligus pernah menjadi Penjabat Wali Kota Surabaya.

Selain itu, nama mantan Kepala Dinas Peternakan Jatim sekaligus mantan Penjabat Bupati Ponorogo, Maskur juga dinilai berpeluang untuk diusung menjadi calon wakil Gubernur Jatim. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini