Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengamat: Tidak Ada Politik Tanpa Oligarki

08 Jun 2015 // 17:00 // PILPRES, POLITIK & PEMERINTAHAN

IMG20150608103755

JAKARTA (suarakawan.com) – Menurut pengamat politik Winters, tidak ada kekuasaan yang tidak bersinggungan dengan oligarki. Menunggu perubahan harus melakukan mobilisasi.

Harus berjuang bila ingin merubah negeri ini. Jokowi dianggap ingin berenang dari oligarki politik yang ada saat ini. Gus Dur adalah Presiden Indonesia yang tidak terkungkung oligarki, sehingga tidak lama berkuasa.

Semua pemimpin di manapun pasti mencari oligarki ekonomi lebih dahulu. Dan setelah berkuasa mungkin barulah bisa berpikir untuk kaum terpinggirkan.

Macam-macam oligarki yang ada di Asia Tenggara. Melawan oligarki adalah dengan memobilisasi massa. Pertama, harus berpendidikan yang cukup. Kedua, harus punya uang. Ketiga, harus punya jaringan. Keempat, harus punya senjata.

Dengan modal di atas, maka oligarki bisa dilawan. Oligarki kekuasaan yang ada śaat ini dibangun oleh kekuatan uang. Bukan hukum yang kuat yang mengatur negeri ini.

Hukum dipakai untuk memukul siapa pun yang tidak sesuai dengan selera kekuasaan. Bila para oligarki di dalam negeri terancam, maka semua kondisi akan mencari titik ekuilibriumnya sendiri.

Cara memobilisasi di Indonesia berbeda dengan di Amerika. Apa yang penting bagi Anda adalah sebuah ideologi.

“Bila saya yang memimpin mobilisasi, maka saya ingin negeri ini menjadi negara industrialisasi, industrialize country,” tegas Winters dalam Kuliah Umum di UNJ, Senin (8/6). (hans/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini