Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengamat: Suara NU Tetap Terbelah di Pilgub Jatim

28 May 2017 // 18:32 // HEADLINE, PILKADA

pilkada

SURABAYA (suarakawan.com) – Suara Nahdatul Ulama (NU) atau dari kalangan nahdliyin diprediksi bakal terbelah saat mencari sosok Jatim satu tahun depan. Meskipun saat ini telah beredar surat rekomendasi oleh 21 kiai sepuh yang ditujukan kepada PKB agar menyatukan dukungan kepada satu kader Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Saifullah Yusuf.

Pengamat politik Asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Andri Arianto mengatakan, kemungkinan suara NU terpecah di Pilgub Jatim 2018 mendatang masih sangatlah besar. Hal tersebut dapat dilihat setelah terbitnya surat dari 21 kiai sepuh NU, tidak lama setelahnya langsung mendapat tentangan dari warga NU sendiri. “Ada beberapa nahdliyin yang menyatakan untuk tidak memanfaatkan NU dan harus bersifat netral,” ujar Andri, Minggu (28/5).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uinsa tersebut melanjutkan, ada juga beberapa yang menyarankan agar mempertimbangkan lagi keputusan tersebut. Sehingga tidak menjadikannya konflik jamiyah. “Beberapa kiai yang ikut tandatangan itu kan juga pengurus NU, ini yang membuat pelik,” jelasnya.

Andri memandang, kalau ingin NU pada pilihan satu pasangan calon. Maka seharusnya merapatkan barisan dahulu di tingkat internal organisasi. Sebagai organisasi sosial-keagamaan yang besar, tentunya bukan perkara mudah untuk mengatur anggotanya. Terlebih pada pilihan politik. Mengingat hingga saat ini banyak kader NU yang memiliki potensi maju di Pilgub Jatim 2018.

“Banyak kader NU yang baik dan potensial memimpin kabupaten/kota hingga negara. Kader-kader NU yang lain, saya rasa juga banyak yang memunculkan diri. Mereka menunggu dan melihat manuver dari Gus Ipul (Saifullah Yusuf, Red). Kader potensial ditambah jamiyah yang besar, pasti dilirik semua partai politik yang mencari figur dan akan diusung untuk memenangkan Pilkada,” bebernya kepada wartawan.

Untuk itu, Andri pun menyarankan, agar sementara waktu NU lebih tenang dahulu. Biarkan dinamika politik di Jatim berjalan. Supaya tidak menimbulkan gejolak ditingkat bawah organisasi. “Seharusnya NU bangga ketika banyak kadernya yang diminati partai politik lainnya,” tandasnya.

Terpisah, Sekertaris DPD Patai Gerindra Jatim Anwar Sadad menambahkan, kader NU tidak hanya Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa. Dirinya menyakini bahwa bakal ada calon gubernur Jatim lainnya, yang juga NU tulen dan sesuai dengan keinginan rakyat Jatim. Dia memaparkan, hingga saat ini internal Partai Gerindra sudah intensif melakukan pembicaraan terkait Pilgub Jatim.

Tapi dalam setiap pembahasan tidak ada skema Partai Gerindra di pertarungan Pilgub Jatim akan mengusung Gus Ipul atau berkoalisi dengan PKB. Bahkan dia memastikan bahwa partainya bakal mengusung nama baru diluar tokoh yang selama ini muncul. “Kami akan menggunakan pola seperti di Pilgub DKI Jakarta. Membawa perubahan dengan mengusung nama baru yang berpotensi dan sesuai dengan keinginan rakyat,” kata Sadad.

Masih menurut Sadad, untuk saat ini Partai Gerindra belum mengerucut kepada nama, tapi sedang dalam proses menyerap aspirasi rakyat maupun ulama hingga tingkat bawah agar mengetahui seperti apa pemimpin yang diinginkan rakyat. “Partai Gerindra yakin nantinya calon yang akan diusung adalah figur baru, tapi dengan modal mesin partai benar-benar sesuai keinginan rakyat Jawa timur,” tegasnya. (Aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini