Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pengamat: 1500 Pasukan ISIS Siap Mati di Indonesia

27 Jun 2017 // 16:45 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS
ISIS

ISIS

JAKARTA (suarakawan.com) – Pengamat terorisme Al Chaidar kembali memperingatkan Pemerintah Indonesia terkait ancaman serangan masif yang dilakukan kelompok radikal ISIS.

Ia pun meminta agar Kepolisian tetap waspada dengan sejumlah target yang telah diancam oleh kelompok tersebut. Salah satunya terungkap melalui secarik kertas yang ditemukan di Banten.

“Ini sudah merupakan serangan masif dan polisi mesti waspada. Bisa jadi mereka akan menyerang target-target tersebut dalam waktu dekat. Setelah Marawi mereka akan menggempur Indonesia habis-habisan,” katanya, Selasa (27/6).

Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) ini juga mengungkapkan, serangan yang kemarin terjadi di Polda Sumatera Utara dan menewaskan seorang anggota Polri merupakan pernyataan sikap dari ISIS bahwa kelompok mereka siap melancarkan serangan mematikan.

“Bagi mereka itu (Sumatera Utara, dan Banten) adalah lokasi-lokasi di mana banyak jamaah mereka yang sudah menyatakan siap untuk melakukan serangan habis-habisan. Serangan mematikan, semacam gerakan bunuh dirilah,” ujarnya.

Terkait hal ini, lanjut Al Chaidar, ISIS telah menyiapkan lebih dari 1.500 pasukannya untuk bunuh diri, dengan keyakinan itu adalah jihad. “Itu memang strategi mereka,” ujarnya.

Seperti diketahui, Minggu pagi 25 Juni 2017, dua pria yang diduga kuat sebagai jaringan ISIS melakukan serangan ke Mapolda Sumut dengan menggunakan sebilah pisau. Akibat aksi brutal itu, seorang petugas tewas dengan luka tikam di bagian leher, dada dan tangan.
Sementara pelakunya pun tewas dan kini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Tak lama setelah kejadian itu, secarik kertas berisikan ancaman juga ditemukan di wilayah Banten. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini