Pengacara Roy Marten: Polisi Tebang Pilih Razia Tempat Hiburan

SURABAYA (suarakawan.com) – Terkait tindakan polisi yang melakukan penggerebekan di Penthouse dan melakukan razia narkoba yang salah satunya ada artis Roy Marten, dinilai sebagai tindakan tebang pilih.

Menurut Sunarno Edi Wibowo, seharusnya bukan hanya Penthouse saja yang dilakukan razia. Namun diskotik yang lain harus juga dirazia.

“Coba bayangkan saja, masak tiba-tiba melakukan penggerebekan. Ya, seharusnya diskotik yang lain juga harus dirazia. Lagipula, artis ke tempat hiburan malam itu kan nggak apa-apa. Tentu ini polisi ada bidikan tersendiri,” katanya.

Bersama kerabat Roy Martin, Wibowo menjelaskan, bahwa Roy Marten pergi ke tempat hiburan pada kebetulan berada di Surabaya setelah melakukan syuting film “Dilema” di jalan Jawa Surabaya. Setelah itu pergi ke Penthouse untuk sekedar refresing. Di Penthouse, Roy Marten juga ditemani dua orang perempuan yakni sekedar penggemar Roy Marten.

Semenjak kasus kedua karena Narkoba, lanjut Wibowo, Roy Marten sudah tidak pernah mengkonsumsi narkoba.

Seperti diketahui sebelumnya pada Sabtu (03/03)  dinihari, polisi melakukan razia preman. Namun mendadak razia berlanjut ke tempat hiburan malam. Ada pemandangan menarik saat razia tempat hiburan malam alias tempat dugem yang di gelar oleh Polrestabes Surabaya,  Sabtu (03/03) dini hari. Saat petugas melakukan pemeriksaan di salah satu room diskotik Penthouse (PH), ternyata ada aktor kondang di era ’80an, yaitu Roy Marten bersama koleganya yang sedang menikmati hiburan karaoke. (Bs/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pengacara Roy Marten: Polisi Tebang Pilih Razia Tempat Hiburan"