Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Penanganan Kasus Saracen Lamban, Polisi: Strategi Penyidikan

23 Oct 2017 // 19:20 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

hipwee-hoax-750x422

JAKARTA (suarakawan.com) – Lambannya proses pemberkasan milik pentolan utama kasus jaringan berita bohong Saracen, Jasriadi, oleh penyidik Bareskrim ternyata adalah sebuah kesengajaan. Polisi tak ingin cepat-cepat menyelesaikan berkas Jasriadi karena masih ada kasus lain yang akan dijeratkan padanya.

Memang, dibanding tersangka lain dalam komplotan ini, berkas milik Jasriadi yang ditangkap di Pekanbaru, Riau sejak 7 Agustus 2017 lalu, tak kunjung rampung. Kasus Jasriadi disalip oleh berkas milik M Abdullah Harsono (MAH) yang ditangkap belakangan. MAH bahkan sedang berproses untuk sidang.

“Belum, sengaja kita minta dibuat selama mungkin. Sifatnya hanya strategi penyidikan,” kata Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kombes Irwan Anwar, Senin (23/10). Itu karena selain kasus penyebaran ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), Jasriadi juga akan dijerat pidana kasus akses ilegal.

”Karena dia banyak utangnya (kasus). Kalau nanti misalnya kasus yang pertama selesai dia tidak cukup (ditahan) oleh jaksa, maka, rencananya nanti akan ditangguhkan dulu, lalu kemudian dia akan kami tahan kembali dalam kasus yang lain,” sambungnya.

Jasriadi memang diketahui pernah meretas akun grup Facebook seseorang dan untuk itu dia dilaporkan administrator grup tersebut ke Polresta Depok. Jadi, untuk alasan itu, penyidik sengaja memperlambat pemberkasan dan menghabiskan 120 hari masa penahanan untuk Jasriadi.

“Dihabiskan masa penahanannya 120 hari, setelah itu dia ditangguhkan. Selanjutnya ditahan dalam kasus yang lain untuk melaksanakan proses penyidikan terhadap kasusnya yang kedua,” tambah Irwan.

Untuk diketahui, selain MAH, polisi juga telah menyelesaikan berkas perkara milik Sri Rahayu Ningsih dan Muhammad Faizal Tonong. Sri bahkan telah menjalani persidangan di Cianjur, Jawa Barat. Satu berkas lain yang belum lengkap adalah milik Asma Dewi.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini