Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Penambahan Nilai Saat Pendaftaran PPDB Dinilai Kurang Adil

22 Jun 2017 // 12:00 // HEADLINE, PENDIDIKAN

kisi-kisi-ujian-sekolah-madrasahsekolah

SURABAYA (suarakawan.com) – DPRD Jatim menilai penambahan nilai bagi siswa yang mendaftar di dalam zona saat pendaftaran PPDB kurang adil. Pasalnya, merugikan murid yang telah belajar serius dan terlalu membingungkan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari mengatakan, sebenarnya maksud Dinas Pendidikan Jawa Timur (Diknas Jatim) itu baik. Dengan penambahan nilai 12,5 saat siswa mendaftar di dalam zona. Diharapkan pendaftar tidak menumpuk di satu sekolah saja.

“Tapi itu tidak pas. Karena bisa mengganggu, serta bisa menyebabkan persaingan tidak sehat. Siswa yang telah belajar serius agar bisa masuk, tapi kalah dengan tambahan nilai,” ujar Agatha, Kamis (22/6)

Politisi asal PDI Perjuangan ini lantas menyarankan penggunaan pembatasan kuota untuk siswa di luar zona. Dari pada harus mengeluarkan kebijakan baru yang membingungkan masyarakat.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat. Sejak kemarin sudah ribut soal itu. Dimana di status Kepala Diknas Jatim (Saiful Rahman, Red) ada status facebook tentang penambahan poin. Sementara tidak ada surat edaran ke sekolah,” urainya.

Hal itu, menurut Agatha, kemudian menimbulkan kebingungan pada sekolah. Padahal, yang menghadapi pendaftar langsung adalah pihak sekolah. Dia pun khawatir nantinya ada benturan antara sekolah dengan siswa. Seharusnya setiap kali ada kebijakan, disertai juga dengan surat edaran.

“Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) 3 Juli besok sudah di buka. Tapi kebijakan penambahan nilai baru dikeluarkan. Ini kan bisa membingungkan dan menimbulkan ketidakpastian hukum,” urainya.

Selain adanya penambahan poin pada persyaratan PPDB. Agatha juga menyoroti perubahan sekolah dalam sistem zonasi setiap tahunnya. Hal tersebut membuat wali murid dan calon siswa harus jeli melihat sekolah mana yang bisa dimasukinya. Ditambah lagi bagi mereka yang tinggal diperbatasan sistem zonasi. Itu menjadi soal dan juga menimbulkan kebingungan.

“Ya ini kan baru pertama kali PPDB SMA/SMK dipegang Pemprov Jatim. Namun saya harap tidak menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” tandasnya. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini