Pemulung Gondol Tape Musallah, Kualat Dihajar Warga

SURABAYA (suarakawan.com) – Kian hari ulah pemulung meresahkan warga. Seperti yang dilakukan Basuni (27), warga Ds. Blere, Tarik, Sidoarjo. Disaat semua para jamaah akan menunaikan sholat Dhuhur, secara bersamaan, dia malah mengangkut satu set tape milik Musallah Al Muhajirin beralamat di Jl. Keputih Makam.

Tak pelak, bukan hanya diganjar penjara, pria bujangan tersebut dihakimi massa oleh warga setempat. Setelah puas, warga kemudian menyerahkannya ke anggota Polsek Sukolilo, yang kebetulan melakukan patroli wilayah.

Dalam pemeriksaan sementara, Basuni berdalih waktu itu, dirinya tidak berniat mencuri melainkan istirahat dengan tiduran usai seharian mencari sampah bekas di dekat masjid.

Namun niatnya berubah setelah melihat keadaan masjid yang sepi, langkah kaki Basunipun melaju ke sekertariat musallah yang terletak dipojok. “Saya hanya mengotak-atik tape untuk membenarkannya karena rusak,” dalih Basuni, yang setiap hari bekerja pulang-pergi (PP) ke Surabaya, naik kereta api.

Lalu tape itu dibopong ke keluar musallah. Tetapi niatnya itu dipergoki takmir masjid sehingga diapun diteriaki maling. Warga pun meresponnya lalu mendatangi lokasi lalu menggelandangnya ke pos satpam. “Selama dalam perjalanan itu saya digebuki warga pak,” aku Basuni. (sk/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemulung Gondol Tape Musallah, Kualat Dihajar Warga"