Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Pemuda Nusantara Dukung La Nyalla Maju Bacagub Jalur Independen

26 Jul 2017 // 20:55 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170726-WA0004

SURABAYA (suarakawan.com) – Desakan dari organisasi Gerakan Muda Jawa Timur (GEMA Jatim) agar calon gubernur La Nyalla Mahmud Mattalitti maju lewat jalur perorangan mendapat dukungan dari Komunitas Pemuda Nusantara. Hal itu dinilai sesuai dengan karakter tegas dan berani yang menonjol di sosok La Nyalla. Demikian disampaikan Ketua Umum Komunitas Pemuda Nusantara Eko Saputra, di Surabaya, Rabu (26/7).

Dikatakan Eko, bila La Nyalla berkenan maju lewat jalur perorangan, maka keputusan itu selaras dengan sosok pribadi La Nyalla yang independen dan tidak bisa diatur-atur oleh pihak lain.

“Padahal kita kan tahu kalau partai politik pasti ada kompromi dan deal politik. Sedangkan gagasan Pak La Nyalla sangat mendasar dan besar. Sehingga keputusan itu pasti jadi keputusan hebat dan berani. Pas dengan karakter Pak La Nyalla,” urainya.

Komunitas Pemuda Nusantara juga meyakini La Nyalla bakal menjadi kuda hitam sekaligus alternatif pilihan kelompok pemilih dari kalangan muda. Sebab, selain faktor figur La Nyalla yang semangat dan optimismenya identik dengan orang muda, juga tawaran program tentang keadilan sosial adalah isu mendasar yang hanya bisa dijalankan oleh gubernur yang tegas dan optimis.

“Karena itu wajar bila ada kalangan pemilih yang jenuh dengan figur yang itu-itu saja. Apalagi gagasannya standar dan umum. Sudah sering kita dengar di janji-janji pilkada. Berbeda dengan La Nyalla yang mengusung tentang keadilan sosial,” tandasnya. 

Ia juga menambahkan, dari beberapa riset dan kajian, tingkat kepercayaan masyarakat hari ini lebih kepada ketokohan figur calon, bukan kepada partai politik pengusungnya. Dalam beberapa riset di daerah, justru partai politik pengusung bisa menjadi faktor pengurang, apabila terjadi resistensi terhadap partai tersebut di masyarakat. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini